CILEGON – PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak memastikan puncak arus mudik 2016 telah selesai Senin (4/7). Hingga sore ini penumpang yang hendak menyeberang ke Sumatera mulai sepi.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan, puncak arus mudik Lebaran 2016 di pelabuhan Merak terjadi selama tiga hari yaitu sejak Jumat (1/7) malam hingga Minggu (3/7) malam. “Puncak arus mudik sudah selesai di Pelabuhan Merak, kendaraan dan penumpang yang akan menyeberang juga sudah mulai sepi,” katanya di Pelabuhan Merak, Senin (4/7).

Kata dia, selama puncak arus mudik tahun ini terjadi peningkatan penumpang yang cukup signifikan. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya penumpang yang akan menyeberang ke Sumatera serta terjadinya antrean kendaraan selama tiga hari. “Secara keseluruhan belum kita hitung. Cuma sampai saat ini saja kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu sudah mencapai lima persen,” ujarnya.

Mengenai antrean kendaraan, Mario mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah dengan rencana menerapkan tarif berbeda antara malam dan siang hari untuk memecah penumpang yang biasa pergi malam hari agar pindah ke siang hari. “Kemarin Menteri (Menub Ignasius Jonan) sudah bikin surat untuk memberlakukan perbedaan tarif siang malam untuk memecah kemacetan,” ujarnya.

Pihaknya juga bakal menmabah tiga dermaga baru yaitu dermaga VI, VII dan VIII pada 2017 agar bisa menampung pemudik. Kondisi dermaga saat ini dinilai masih kurang luas untuk menampung jumlah pemudik yang selalu bertambah setiap tahunnya. “Perlu dermaga tambahan, loket diperbanyak, penerapan karena kedatangannya malam hari dan ada perbedaan biaya nya,” ujarnya.

Selain itu, setelah pembangunan dermaga tambahan itu selesai dilakukan, pihaknya tidak akan lagi mengoperasikan kapal-kapal berukuran kecil di lintas Merak-Bakauhuni. Dengan kapal-kapal berukuran besar diharapkan bisa mengatasi masalah kemacetan yang terjadi setiap memasuki musim Lebaran. “2017 kapal-kapal kecil bakal diganti dengan kapal berukuran besar, akan diterapkan sistem online,” ujarnya