1. Memupuk Daya Saing

Cerdas cermat sebagai salah satu metode kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai implementasi tugas MPR yang terdapat dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 khususnya pasal 5 huruf a dan b yang menyebutkan bahwa MPR memiliki tugas untuk memasyarakatan Ketetapan MPR, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.

Kemudian, Cerdas Cermat MPR merupakan kegiatan yang mengedepankan pemahaman materi sosialisasi MPR melalui kompetisi yang dipadukan dengan materi-materi ketatanegaraan. Kegiatan ini mendapatkan respon dan tanggapan yang positif dari peserta dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini telah membuka ruang pemahaman peserta terhadap nilai-nilai luhur bangsa yang kemudian berimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Banten, Engkos Kosasih Samanhudi menilai cerdas cermat lebih dari sekedar sosialisasi bagi kelembagaan MPR. Ajang seperti ini merupakan ajang lembaga pendidikan maupun pemerintah untuk memupuk daya saing dalam diri para siswa. Esensi dari penyelenggaraan lomba ini adalah melatih diri siswa untuk siap menanggapi dan menjawab tantangan apapun.

“Jiwa seperti itu perlu dimiliki oleh para siswa, sebagai calon penerus bangsa, maka para siswa sudah seharusnya memiliki kompetensi dan daya saing di bidang apapun. Dalam konteks materi yang dilombakan dalam cerdas cermat ini, para siswa perlu memahami falsafah negara kita agar semakin cinta dengan negara ini,” ujarnya.

Jika secara jiwa para siswa telah mimiliki daya saing, kemudian memiliki kompetensi, dan memahami falsafah-falsafah negara, maka kelak para siswa tersebut adalah pemimpin masa depan yang siap memanggul beban memajukan negara.

Sebelum mengutus siswa mengikuti lomba Cerdas Cermat tingkat nasional, lanjut Engkos, Pemprov Banten menurutnya perlu membuat ajang semacam seleksi untuk memilih siswa terbaik yang akan mewakili Provinsi Banten. Karena itu, Pemprov Banten menyelenggarakan lomba Cerdas-Cermat tingkat Provinsi Banten sebagai ajang seleksi.

Tujuan dilaksanakan kegiatan Seleksi Tingkat Provinsi Cerdas Cermat MPR (Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR) Tahun 2016 ini antara lain, mencari satu sekolah lanjutan tingkat atas dari tiap provinsi untuk kemudian menjadi wakil provinsi pada pelaksanaan.

“Cerdas cermat dilakukan dengan tujuan membangun semangat nasionalisme dalam diri generasi bangsa sejak dini, menumbuhkembangkan budaya perbedaan pendapat secara konstruktif dalam memahami implementasi ketatanegaraan dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR,” ujarnya.

2. Mempunyai Kompetensi

Engkos melanjutkan, dengan adanya masyarakat ekonomi Asean (MEA), geliat perekonomian akan bergerak begitu cepat namun dalam satu sisi juga ketat, karena masyarakat tidak hanya bersaing dengan sesama namun juga dengan seluruh masyarakat dari negara-negara yang menjadi bagian dari MEA tersebut. Persaingan pun global sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa terelakan lagi, mau tidak mau bahkan siap tidak siap semua pihak harus siap masuk kedalamnya.

Dengan adanya ajang lomba seperti ini bisa mempersiapkan siswa untuk masuk kedalam dunia persaingan global tersebut. Tanpa adanya upaya pembentukan mental dan daya saing, maka entah seperti apa nasib masa depan Banten, karena diisi dengan orang-orang yang tidak berdaya saing.

Masih menurut Engkos, ajang lomba baik tingkat daerah maupun tingkat nasional seperti ini menurutnya sangat penting untuk membentuk karakter para siswa. Selain itu, tentu sebagai wadah untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya.

Pemerintah Provinsi Banten sendiri melalui Dindik mempunyai program yang bersifat ajang-ajang seperti ini, baik di bidang sains maupun olahraga. Program seperti ini tentunya sebagai salah satu bagian dari proses penyaringan dan persiapan untuk mengikuti ajang-ajang nasional seperti LKS yang setiap tahunnya rutin dilaksanakan, FLS2, dan ajang-ajang lainnya.

Engkos melanjutkan, Pemerintah Provinsi Banten sendiri saat ini sedang memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan di Provinsi Banten. Program pengembangan mutu dan program-program penunjang lain seperti pemberian beasiswa telah disiapkan oleh Pemprov Banten dalam hal ini Dindik Banten. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai berjalan.

“Pemerintah sangat menyadari akan pentingnya peran pemerintah dalam membentuk karakter masyarakat dalam hal ini, melalui lembaga pendidikan, karakter yang diharapkan oleh pemerintah dibentuk, terlebih dari itu, melalui lembaga pendidikan mempersiapkan siswa agar siap menghadapi masa depan, dan bisa memberikan kontribusi terhadap daerah,” papar Engkos. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)