Pusat Bantu Kapal, Sambungkan Antarpulau di Kota Serang

Walikota Serang Syafrudin (kedua dari kanan) menaiki kapal saat Kemenhub memberikan bantuan hibah Kapal Banawa Nusantara di Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Selasa (24/12).

SERANG – Pemkot Serang menerima hibah Kapal Banawa Nusantara dari Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Kapal itu menjadi sarana transportasi antarpulau kecil di Kota Serang.

Penyerahan hibah dilakukan di Pelabuhan Nusantara Karangantu, Kasemen, Kota Serang, Selasa (24/12), yang diterima oleh Walikota Serang Syafrudin. Orang nomor satu di Pemkot Serang itu mengapresiasi Kemenhub yang membantu Kota Serang karena dapat mendorong percepatan ekonomi masyarakat.

“Dengan kapal ini mobilitas warga di pulau yang akan ke Kota Serang menjadi terbantu,” katanya.

Menurutnya, bantuan kapal sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat.  “Kami merasa senang dan merasa bangga karena ini salah satu bentuk perhatian pusat melalui Kemenhub dan mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat Kota Serang,” kata Syafrudin

Kepala UPP Karangantu Kemenhub Wawan mengatakan, bantuan hibah satu unit Kapal Banawa Nusantara 75 dengan tujuan menumbuhkan aksesibilitas di daerah atau pulau-pulau terpencil. Aksesibilitas ke pulau-pulau kecil menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.

“Dengan ini masyarakat dengan mudah mengakses pulau yang ada di sekitaran Kota Serang,” ujarnya.

Kapal tersebut, ucap Wawan, menyambungkan mobilitas warga dari pulau-pulau kecil. “Hibah Kapal KM Banawa Nusantara 75 kepada Pemerintah Kota Serang sebagai alat konektivitas antarpulau yang ada di sekitar Kota Serang,” kata Wawan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang Maman Luthfi menjelaskan, kapal akan digunakan untuk kepentingan penyeberangan masyarakat antarpulau. “Salah satunya untuk pelayaran rakyat, untuk pengangkutan masyarakat dari Karangantu ke berbagai pulau seperti Pulau Panjang, Pulau Tunda, Pulau Lima dan sebagainya,” ujarnya.

Pihak Dishub Kota Serang belum bisa menentukan tarif kapal tersebut. Sebab, belum ada peraturan yang mengaturnya. “Sementara gratis dulu karena tarifnya belum ada aturan, yang sekarang sedang diproses pengaturannya,” kata Maman. (ken/alt/ira)