Pusat Informasi Pariwisata Dibangun di Anyar

0
83
Sejumlah petugas Dinas Satpol PP melakukan sosialisasi kepada para pedagang di lahan milik Pemkab di Eks Pasar Anyar, Desa Anyar, Kecamatan Anyar

SERANG – Gedung Pusat Informasi Pariwisata (PIP) bakal dibangun Pemkab Serang di Jalan Raya Anyar-Sirih, Desa/Kecamatan Anyar. PIP dibangun untuk pusat informasi destinasi wisata kepada wisatawan.

Kepala Bidang Tata Bangunan Gedung Pemerintahan pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Tony Kristiawan mengatakan, pihaknya berencana membangun pusat gedung informasi bagi wisatawan di kawasan wisata Anyar. “Kita akan membangun gedung PIP (Pusat Informasi Pariwisata) sebagai informasi destinasi wisata kepada wisatawan di lokasi eks Pasar Anyar,” ungkap Tony kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Minggu (18/8).

Kata Tony, pihaknya juga sudah menyediakan lahan seluas 1.700 meter persegi untuk pembangunan gedung PIP. Bahkan, di lokasi proyek sudah terpasang spanduk bertuliskan ‘memohon doa segera dibangun PIP’. Dijelaskan Tony, PIP dibangun untuk menunjang pariwisata unggulan Kabupaten Serang Anyar-Cinangka. “Segala informasi terkait destinasi wisata di Kabupaten Serang ada di PIP untuk wisatawan yang berkunjung,” jelasnya.

Kata Tony, pembangunan PIP minggu ini akan masuk proses lelang di Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP) Setda Pemkab Serang. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pembangunan. “Ini (PIP-red) juga mendukung rencana induk pariwisata di Kabupaten Serang,” katanya.

Diakui Tony, pihaknya masih menghadapi kendala soal rencana pembangunan. Katanya, lahan saat ini masih digunakan para pedagang kaki lima (PKL). Pihaknya sudah menyerahkan upaya penertiban PKL di lokasi tersebut kepada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Kita mau bangun (gedung PIP-red) tapi masih ada pedagang di lokasi,” keluhnya.

Kendala lain, lanjutnya, masih ada warga yang mengklaim lahan sebagai tanah pribadi. Padahal, Pemkab Serang sudah memenangkan putusan pengadilan terkait sengketa lahan beberapa tahun lalu. “Itu (lahan eks Pasar Anyar-red) sudah terbukti aset Pemda. Kita menang di pengadilan. Tapi, masih ada yang mengklaim milik pribadi,” tukasnya.

Terkait itu, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengaku, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para PKL untuk menertibkan sendiri lapak jualannya. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) Satpol PP, sosialisasi secara persuasif dilakukan selama 15 hari dan tambahan tujuh hari. Jika belum menertibkan lapaknya sendiri, PKL diberikan waktu tiga hari dan tambahan waktu lagi tiga hari. “Kalau belum juga menertibkan lapaknya, kita akan tertibkan secara paksa,” ancamnya.

Ajat menambahkan, rencana pembangunan PIP melibatkan sejumlah instansi. Selain DPKPTB dan Satpol PP, juga Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Bagian Hukum Setda, serta Forum Pimpinan Kecamatan Anyar. “Domain kita soal penertiban PKL-nya. Ada 18 PKL yang kita data. Kalau soal klaim pengakuan lahan sedang diselesaikan Bagian Hukum Setda,” tambahnya. (jek/zai/ags)