Puskesmas Ciwandan Tolak Antar Jenazah ke Rumah Duka, Keluarga Kecewa

0
56

CILEGON – Warga Lingkungan Jangkar sukun, Kelurahan Tegal Ratu mengecam Puskesmas Ciwandan, Kota Cilegon lantaran menolak mengantarkan jenazah yang merupakan salah seorang pasiennya untuk dibawa ke rumah duka.

Almarhum yang diketahui bernama Ahmad Karim (57) meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di Puskesmas DTP Ciwandan sekira pukul 00.30 WIB, Kamis (2/11) dini hari. Menurut keluarga korban, Sebelumnya Karim menderita penyakit maag kronis.

Keponakan korban, Faidullah (42), menyayangkan sejumlah fasilitas milik puskesmas khususnya tiga unit mobil ambulance tidak dapat dimanfaatkan untuk meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa kesulitan. Apa lagi, kata dia, saat itu waktunya tengah malam yang mana kendaraan umum sudah sulit dijumpai.

“Sudah meminta kepada pihak puskesmas agar mengantarkan jenazah paman saya, tapi katanya tidak bisa. Saya lihat ada tiga unit mobil ambulance sedang terparkir, tapi katanya sopirnya tidak ada,” ujarnya,

Beruntung kata dia, mobil angkot yang sebelumnya mengantarkan Karim belum jauh dari jalanan sehingga masih dapat dipanggil dengan teriakan. Ia mengaku tidak dapat melupakan ada ucapan ketus dari seorang petugas medis wanita yang menanggapi permintaan mereka. “Tadi Kesininya sama angkot kan,” ucapnya mengulang ucapan petugas medis wanita yang ia sebut sebagai ibu dokter.

Ia berharap pelayanan Puskesmas dapat lebih baik. Apalagi ada sebagian unit mobil ambulance yang diberikan kepada Puskesmas itu berasal dari perusahaan sekitar di wilayah Ciwandan yang awalnya disebut untuk melayani masyarakat 24 jam.

“Kita tidak menuntut apa-apa. Hanya berharap kedepannya pelayanan dan petugas puskesmas bisa lebih cepat tanggap bertindak dalam keadaan darurat,” ucapnya.

Terpisah, dihubungi Radar Banten Online melalui saluran WhatsApp, Kepala Puskesmas DTP Ciwandan, dr Lendy mengaku belum mengetahui adanya kejadian tersebut. “Saat ini saya sedang ada kegiatan di dinas kesehatan. Nanti akan saya tanyakan dahulu kepada petugas yang sift malam,” ujarnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)