SERANG – Puskesmas di Kabupaten Serang beserta seluruh OPD yang terkait dituntut untuk berinovasi memecahkan persoalan kesehatan di Kabupaten Serang.

Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang Rahmat Maulana pada acara Laboratorium Inovasi Kabupaten Serang tahap I dan II di Aula Brigjen KH Syamun, Pemkab Serang, Senin (15/4).

Rahmat Maulana mengatakan, ada dua persoalan kesehatan yang menjadi fokus Kabupaten Serang. Yakni, angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), serta gizi buruk.

“9Tahun 2018 kita tertinggi se-Banten, kita ingin harapan hidup masyarakat Kabupaten Serang lebih lama, berarti kan angka kematian ibu dan anaknya harus lebih rendah,” katanya.

Menurut Rahmat, AKI AKB menjadi tolok ukur derajat kesehatan masyarakat. Dengan wilayah Kabupaten Serang yang cukup luas, maka harus dilakukan inovasi untuk menekan AKI dan AKB.

Seperti diketahui, AKI AKB di Kabupaten Serang pertriwulan pertama dari Januari hingga Maret cukup tinggi. Yakni, AKI sebanyak 20 kasus dan AKB sebanyak 50 kasus. (ABDUL ROZAK)