Quick Count Versi LSI; WH-Andika Lebih Unggul

0
459 views

SERANG – Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy unggu dari Pasangan Cagub Cawagub Rano Karno dan Embay Mulya Syarif berdasarkan hasil quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Saat konferensi pers di Hotel Le Dian, Kota Serang, Rabu (15/2) sore tadi, Direktur LSI Sunarto Cipharjono mengatakan, hasil survei lembaganya, Pasangan Rano Embay memperoleh suara 49.47 persen, sementara pasangan WH Andika meraih 50.53 persen, terpaut 1.06 persen suara.

Menurutnya, secara statistik belum bisa disimpulkan pasangan mana yang menang karena selisihnya masih dalam batas margin eror yakni 1 persen.

Sunarto menjelaskan, kesimpulan tersebut diambil setelah data hitung cepat masuk 100 perswn pada pukul 16.20 WIB. Hitung cepat ini menggunakan metode multistage random sampling margin eror plus minus satu persen dengan tingkat kepercayaan 99 persen.

Hitung cepat ini menggunakan sampel sebanyak 240 yang diambil secara acak dari 16.540 TPS yang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten dan Kota di Banten.

“Jika dilihat dari sebaran pemilih, pasangan WH-Andika yang diusung 7 partai telak di wilayah Kota Tanggerang, namun kalah di wilayah lain. Sedangkan Rano Embay yang diusung oleh PDIP, PPP dan Nasdem ini unggul 7 wilayah yaitu Kota Cilegon, Kota Serang, Tangsel, Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tanggerang.

Sunarto menambahkan wilayah Tanggerang Raya merupakan battle ground dari pertarungan tersebut. Sebab wilayah itu jumlah pemilihnya mencapai 52 persen dari total pemilih di Banten.”

“Dari hasil hitung cepat ini terungkap tingkat partisispasi pemilih (vouter turn out) sebesar 61.79 persen. Artinya angka golput di kisaran 38.21 persen atau turun dari pilkada sebelumnya yaitu 40 persen,” tambahnya.

Sunarto menuturkan persaingan ketat hasil perhitungan sementara ini karena dua faktor di antaranya Rano-Embay dan WH-Andika memiliki basis suara yang sama-sama besar.

Namun meskipun hasilnya sudah diketahui oleh lembaga survei kami, lanjut Sunarto, pihaknya tetap menunggu pengumuman hitungan dari KPUD sebagai acuan resmi. (Adef)