Qurban dan Solidaritas Sosial

0
1.101 views

Anggota Komisi V DPRD Banten Mohammad Bahri punya makna sendiri terkait qurban dalam Hari Raya Idul Adha. Menurut politisi Partai Gerindra ini, hewan qurban dalam Islam tidak dikirim ke laut, diletakkan di goa, atau ditanam ke perut bumi. Melainkan wajib dibagikan kepada orang di sekitar terutama kepada kaum dhuafa.

Allah SWT tak membutuhkan hewan-hewan qurban itu. Melainkan manusia yang lebih butuh. “Bagi orang yang mampu berkurban, ia butuh penyucian diri, pengungkapan rasa syukur dan menebalkan keimanan. Bagi yang menerima, mereka juga memperoleh layanan solidaritas dari saudaranya yang lain,” ujar Bahri.

Dalam konteks qurban kekinian, Bahri menilai jika makna qurban sebagai wahana memperkuat solidaritas tak selesai saat daging hewan yang disembelih itu dibagikan.

“Melainkan justru menguatnya rasa iman, untuk memperbanyak amal kebaikan, dan itikad saling membantu antar sesama. Terutama di tengah situasi sulit akibat pandemi covid saat ini,” ujarnya.

Karena berbuat baik dan menjadi insan yang bermanfaat bagi orang lain, kata dia, adalah sebaik-baik manusia. “Seperti disebutkan dalam hadist nabi, khoirunnas anfauhum linnas. Singkatnya, qurban dalam Islam bukan semata ritual sesaat, melainkan ada makna batin, ungkapan syukur, wujud aktivitas kebaikan, dan harus berdampak maslahat bagi sesama,” ungkapnya.

Semoga spirit yang terjadi dalam Idul Qurban saat ini, menjadi momentum saling membantu, saling menguatkan, saling memberi maslahat. (air)