Raba Tubuh Pramugari, Mengaku Khilaf

0
3.899 views
Pelaku pelecehan seksual, Hendro (duduk) saat tertangkap dan diinterogasi petugas kepolisian di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Merak, Kamis (1/2). (DOK: Polisi)

CILEGON – Hendro (39), pria asal Jogjakarta babak belur dihajar massa lantaran berbuat tidak senonoh terhadap SS (21), pramugari kapal roro, di Pelabuhan Merak, Banten, kemarin. Pelaku langsung dilaporkan oleh korban ke Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak.

Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu, pramugari PT Karya Inter Nusa Gemilang berinisial SS (21) baru selesai bekerja di atas Kapal Portlink III yang saat itu bersandar di Dermaga III. Saat turun dari gangway dan hendak menaiki mobil operasional, Hendro (39) yang ada di lokasi mengikuti korban dari belakang. Tidak tahu apa yang membuat pria asal Jogja itu berbuat cabul, pelaku langsung meraba tubuh SS. Kejadian itu sontak membuat korban langsung berteriak.

Namun, teriakan tidak membuat pelaku meminta maaf atau merasa malu. Pelaku seolah tidak merasa bersalah setelah melakukan perbuatan tidak senonoh. “Dia malah jalan, malah lari,” cerita SS saat ditemui di kantor KSKP Merak, saat memberikan laporan.

Mendapatkan laporan dari korban, pihak keamanan pelabuhan beserta warga langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pelaku berhasil ditangkap petugas di pintu masuk pelabuhan dan dibawa ke Mapolsek Pelabuhan Merak.

Hendro yang ditemui wartawan mengaku khilaf telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Ia mengaku tidak menyadari perbuatan yang dilakukan lantaran mengalami depresi berat. “Saya ditinggal istri dan anak, makanya saya dari Jogja ke sini, luntang-lantung. Saya enggak sadar Pak, lagi pusing karena ditinggal keluarga,” kilahnya.

Sementara Kapolsek Kawasan Pelabuhan Merak AKP Salahudin mengungkapkan, tidak lama setelah diinterogasi petugas, korban ternyata mengurungkan niat memolisikan pelaku. Korban kemudian dimediasi dan memutuskan untuk mengambil jalan damai terhadap pelaku. “Kita sudah mendapat laporan itu, korban sudah bersepakat untuk jalan damai dan memaafkan pelaku. Jadi kita mediasikan dan buatkan surat pernyataan kepada korban. Pelaku juga kita minta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi,” ungkapnya. (Adi/RBG)