KARAWANG – Provinsi Banten hari ini mendapatkan penghargaan tertinggi Anugrah Aksara dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dimana Pemprov Banten mendapatkan Anugrah Aksara Utama yang diberikan langsung oleh Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Herman Syamsudin, dan Direktur Unesco Office Jakarta, Syahbaskhan, pada saat peringatan Hari Buta Aksara Internasional di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (24/10/2015).

Selain Gubernur Banten Rano Karno, dua Gubernur lainnya yang menerima penghargaan serupa yaitu Gubernur Gorontalo dan Gubernur Sulawesi Selatan, namun keduanya hanya menerima penghargaan Anugrah Aksara Madya (satu tingkat dibawah Anugrah Aksara Utama).

“Hari ini diberikan anugrah aksara kepada Kepala Daerah. Anugrah tersebut diberikan atas dedikasi dan upaya serta jumlah tuna aksara yang berhasil dientaskan oleh Pemerintah Provinsi tersebut,” kata Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetraan Kemendikbud, Herman Syamsudin saat menyampaikan sambutan.

Sebelumnya, saat ditemui setelah mengunjungi Paud Al-Kautsar untuk memperingati Hari Aksara Internasional Kamis (22/10/2015) lalu, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, jumlah masyarakat Banten yang masih buta aksara masih banyak. Saat ini, jumlah masyarakat yang masih buta aksara hingga saat ini mencapai 51 ribu jiwa.

“Ini tugas berat, tapi bukan tanpa upaya, pada 2010 jumlah masyarakat yang masih buta aksara sebanyak 218 ribu orang, saat ini sudah berkurang menjadi 51 ribu orang,” papar Rano, Kamis (22/10/2015).

Menurut Rano, pada tahun 2019 mendatang Pemprov menargetkan jumlah masyarakat yang buta aksara akan semakin berkurang. Untuk itu, menurut Rano Pemprov Banten telah mencanangkan sejumlah program.

“Misalnya melalui program perekonomian, seperi membentuk kelompok masyarakat membuat olahan, namun bukan hanya keuntungan ekonomi yang didapat, tapi melalui program tersebut masyarakatpun sambil diajarkan aksara,” kata Rano. (Bayu)