Raja Salman Ungkapkan Kesan di Secarik Kertas

0
594 views
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kedua kiri), Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar melaksanakan salat Tahiyatul Masjid di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (2/3). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

JAKARTA – Kedatangan Raja Salman bin Abdulazis Al Saud dan Presiden Joko Widodo langsung disambut kalimat Tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir yang bergema di ruang utama Masjid Istiqlal kemarin (2/3).

Kalimat itu dikumandangkan oleh para jamaah Masjid Istiqlal saat melihat Raja Salman dan Presiden Jokowi memasuki ruang utama pukul 14.15.

Meski singkat, kehadiran Raja Salman di masjid terbesar di Indonesia itu mendapatkan apresiasi.

Sebuah kursi beludru berwana biru dengan kayunya yang berwarna kuning gading disiapkan di belakang sajadah raja yang juga berwarna dominan biru.

Begitu tiba, Raja Salman, Presiden Jokowi, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, dan delegasi lainnya melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid dua rakaat.

Rupanya, kursi itu berfungsi untuk menunjang aktivitas salat Raja Salman. Raja memang salat dengan berdiri.

Namun, ketika sujud dan duduk tahiyat, dia duduk di kursi tersebut.

Usai salat, rombongan menemui pengurus masjid dan menyerahkan kenang-kenangan berupa potongan kain penutup Kakbah atau yang lazim disebut Kiswah.

Kunjungan Raja Salman ke Masjid Istiqlal memang hanya terjadi cukup singkat. Rombongan mobil tersebut masuk pada pukul 14.12 WIB dari pintu selatan.

Namun, 18 menit kemudian konvoi yang mengiringi mobil berplat Saudi Arabia itu sudah keluar.

Orang-orang yang sudah menunggu lama pun pasrah hanya bisa melihat punggung rombongan dari kejauhan.

’’Saya padahal ada di barisan depan. Tapi, saya juga tidak tahu yang mana yang raja. Soalnya, jaraknya sekitar 30 meter dan dia hanya sholat tahiyatul masjid setelah itu pulang,’’ ujar Ari Suryadi, 42, yang sengaja meluangkan waktu istirahat kerjanya di sana, dilansir JPNN.com.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Sabrina, 20, mahasiswi yang sengaja yang datang dari wilayah Jakarta Timur sejak mendengar kedatangan Raja Salman malam sebelumnya.

Meski tak bisa melihat dari dekat, dia mengaku tak terlalu sedih.

“Toh, ini sebagai salah satu upaya masyarakat juga untuk menyambut raja dari Arab Saudi. Supaya dia merasa diterima di negara ini,’’ ujarnya.

Menurut Kepala Bagian Protokol dan Humas Masjid Istiqlal Abu Hurairah, kunjungan singkat tersebut memang standar bagi kepala negara dan tamu VVIP lainnya.

Namun, dia merasa kunjungan kali ini cukup istimewa karena rombongan melakukan ibadah saat berkunjung.

’’Selain itu, dia juga memberikan kami kenang-kenangan berupa potongan kain kiswah (kain yang digunakan untuk menutupi Kakbah, Red). Rencananya, kami akan taruh di bingkai dan dipajang di masjid,’’ ungkapnya.

Selain itu, Raja Salman juga menuliskan kesan dalam sebuah kertas untuk Masjid Istiqlal.

Dalam pesan tersebut, dia mengaku gembira bisa mengunjungi rumah Tuhan dan mendoakan pengurus masjid mendapatkan pahala setimpal.

“Saya sangat bahagia bisa berkunjung ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah yang menyebarkan ilmu keislaman yang Agung dan menjadi pusat syiar Islam di Asia tenggara. Semoga Allah memberikan balasan sebaik-baiknya kepada para penjaga masjid ini,’’ ujarnya dalam secarik kertas yang ditulis dalam bahasa Arab. (byu/bil/wan/JPNN)