Raker Jumantik Kota Tangsel, 2020 Berkomitmen Bebas DBD

0
540 views

TANGERANG – Cegah demam berdarah dengue (DBD) jangan hanya slogan. Itulah tema yang diangkat dalam rapat kerja (Raker) juru pemantau jentik (Jumantik) Kota Tangsel di Resto Godong Ijo, Bojongsari, Kota Depok, Senin (30/12).

Ketua Panitia Raker Jumantik, Subekti mengatakan kegiatan digelar karena didasari tujuh persoalan yang melatarbelakanginya. Salah satunya, yakni target yang dicanangkan Walikota Airin Rachmi Diany, bahwa tahun 2020 Kota Tangsel bebas jentik.

“Terhitung sejak Desember 2019, dari total 742 RW, baru 176 RW lulus angka bebas jentik dengan persentase melebihi 95 persen,” kata Subekti, Senin (30/12).

Dalam kesempatan tersebut, Camat Serpong Utara (Serut) Bani Khosiyatullah mengapresiasi adanya Raker Jumantik ini. Kegiatan ini menjadi motivasi bagi pihaknya agar secepatnya berkoordinasi dengan puskesmas untuk mengajak masyarakat bersama-sama melawan jentik yang ada di sekitar rumah warga.

“Terus terang, kami (pihak Kecamatan Serut-red) belum berbuat apa-apa. Tapi insya Allah, kegiatan ini memotivasi kami bisa seperti Kecamatan Pamulang yang sudah mendapat sertifikasi bebas jentik DBD,” kata Bani.

Hal senada dikatakan Camat Ciputat Timur (Ciptim) Sutang Suprianto. Dia mengaku ingin melakukan terobosan seperti di Kecamatan Pamulang yang sudah membentuk Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD dan sudah mendapat sertifikasi bebas DBD.

“Makanya, kami datang ke sini dengan membawa tim untuk berkoordinasi sekaligus bertukar pikiran dengan Kecamatan Pamulang yang sudah sukses menerapkan program satu rumah, satu jumantik,” katanya.

Sementara itu, Asda III Pemkot Tangsel Teddy Meiyadi menegaskan tahun 2020, tergetnya enam kecamatan lainnya bisa mendapat sertifikasi bebas DBD. “Jangan bilang nggak ada APBD-nya ya! Saya paling sebel kalau alasan itu. Emangnya ini duit elo,” kata Teddy yang langsung disambut applaus peserta Raker.

Teddy berharap enam camat yang hadir agar memprogramkan satu rumah, satu jumantik. “Di sini, Saya ingin bicara RP alias Rencana Program. Ini ilmu nih, dengerin. Yang main handphone, dengerin dulu. Kalau yang nggak suka Saya ngomong, lebih baik keluar dari ruangan,” kata Teddy mengingatkan peserta Raker.

Pria yang menjabat Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan  Pertanahan ini meminta agar camat dan lurah sering turun ke lapangan. Jangan bekerja di depan meja saja. “Kenali persoalan, kenapa got mampet? ada berapa rumah tidak layak huni? kenapa ada banjir? dan lain-lain,” kata Teddy seraya menambahkan, setelah rencana program selesai, baru bicara rupiah.

Hadir dalam kegiatan ini, sekitar 81 orang yang terdiri dari pengurus Pokjanal Pamulang, perwakilan  enam kecamatan, dan perwakilan delapan kelurahan di Pamulang. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga 15.00 WIB ini diisi dengan diskusi, penandatanganan komitmen bebas DBD dan pembentukan tim penyusun rencana kerja per kecamatan. (asp)