Ramai Investasi Binomo, Satgas: Jangan Terjebak Investasi Ilegal

SERANG – Masyarakat harus waspada terhadap penawaran investasi ilegal karena cenderung merugikan. Saat ini, sedang ramai investasi ilegal Binomo yang penawarannya melalui website.

Binomo viral setelah iklan produknya ramai diperbincangkan di dunia maya. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria yang mengaku sukses dan kaya raya karena Binomo. Jargon investasi itu, ‘Jutaan orang bahkan tak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan USD1.000 sehari tanpa meninggalkan rumah. Dan, Anda adalah salah satu dari mereka’.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengungkapkan, penawaran investasi Binomo dinyatakan ilegal oleh pemerintah sejak Juli 2019. Masyarakat diminta untuk tidak mengikuti penawaran investasi ilegal tersebut.  “Ini merupakan kegiatan Forex yang berkedok investasi,” katanya, Senin (25/11).

Meskipun dalam iklannya investasi ilegal tersebut dibilang tanpa risiko, kata Tongam, padahal nyatanya merugikan masyarakat dan berisiko tinggi. “Investasi dengan imbal hasil yang tinggi salah satu bentuk penipuan,” tuturnya.

Ia menilai, masyarakat diminta waspada ketika penawaran investasi terutama yang memberikan bagi hasil besar. Misalnya, ada bagi hasil satu persen per hari atau sepuluh persen dari uang disetorkan.             “Masyarakat harus mengecek apakah investasi tersebut legal atau ilegal,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat mengenai Binomo kepada Satgas Waspada Investasi. Sementara untuk laporan ke pihak polisi juga belum tahu apakah ada atau tidak. “Masyarakat diminta untuk tidak mengikuti penawaran tersebut,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, sebelum melakukan investasi harus dicek dua L, yakni legal dan logis. Apakah investasi yang ditawarkan memiliki legalitas serta logis tidak penawaran tersebut, terutama berkaitan dengan bagi hasil. “Jika kedua L ini tidak terpenuhi, jangan ikuti investasi tersebut,” kata Tongam memberi saran.

Ia menjelaskan, penawaran investasi ilegal cukup beragam, mulai dari Forex, money game, perkebunan, dan lainnya. Masyarakat harus bisa mengenali berbagai penawaran investasi yang bisa merugikan masyarakat. Investasi yang menawarkan imbal hasil besar biasanya penipuan yang berkedok investasi secara ilegal. “Masyarakat harus meningkatkan edukasi mengenai investasi,” katanya. (skn/aas/ira)