Ramai Kampanye Medsos Negatif, Mahasiswa Desak Bakal Paslon Tegur Tim Cyber

SERANG – Kampanye negatif marak di Media Sosial, mahasiswa meminta bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk menegur masing-masing tim cyber. Hal ini dilakukan untuk menekan tingkat partisipasi pemilih dan menghindari angka ‘golput’.
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang, Abdul Basyar mengatakan, bila kampanye negatif atau black campaign di media sosial merupakan prilaku yang kurang baik, dan malah mengarah pada malasnya pemilih pemula untuk berpartisipasi dalam Pilgub Banten 2017 mendatang.
“Ada 4,5 persen jumlah pemilih pemula yang dirilis KPU melalui hasil analisis DP4, (Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu-red) ini rentan terpengaruh hingga enggan memilih, karena memang mereka (pemilih pemula) hampir semuanya aktif menggunakan medsos,” kata Basyar, Rabu (24/8).
Basyar menambahkan, pihaknya mempersilahkan Skampanye di Medsos, tetapi jangan menyerang paslon lain, apalagi sampai menjelek-jelekan paslon lain, pembelajaran politik bagi masyarakat penting, ketika disuguhkan kampanye negatif maka akan menganggu partisipasi pemilih.
“Sebenarnya memang ini belum masuk masa kampanye, tentu yang harus bertanggungjawab para bakal paslon, meminta tim cybernya untuk menahan diri, karena memang ini akan berpengaruh pada kualitas Pilgub Banten,” katanya.
Ketua Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) Perwakilan Serang, Entis Sutisna mengatakan, bila salah satu pengaruh malasnya pemilih datang karena memang ada sebagian menganggap jenuh, dan ini bukan pemilih pemula saja, itu hanya bagian kecil saja dari sekitar 7,5 juta calon pemilih.
“Kalau masyarakat disuguhkan petarungan konsep dan gagasan atau opsi-opsi cara membangun Banten, tentu akan menarik. Ini soal etika dan cara menyampaikan visi dan misi saja sebenarnya,” katanya. (Fauzan Dardiri)