Ramai-ramai Berebut Tiket Pilkada Kabupaten Serang

SERANG – Tahun ini, dibandingkan daerah lain di Banten, pilkada di Kabupaten Serang terasa lebih semarak. Belasan tokoh ramai-ramai mengikuti penjaringan di beberapa partai politik (parpol) di Kabupaten Serang. Mereka berebut restu partai untuk maju di Pilkada 2020 Kabupaten Serang.

Sekadar diketahui, hingga saat ini sudah ada empat parpol yang membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2020. Yakni, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Informasi yang dihimpun Radar Banten, belasan tokoh mendaftarkan diri untuk menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati. Belasan tokoh tersebut berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari politikus, akademisi, pengusaha, birokrat, hingga masyarakat umum. (selengkapnya lihat grafis).

Meskipun di Pilkada akan ada calon petahana Ratu Tatu Chasanah, sebagian dari mereka mengaku siap untuk bersaing. Sebagian lagi sudah mengukur diri dan ingin digandeng Tatu sebagai bakal calon wakil bupati.

Kemarin (25/11), salah satu bakal calon bupati Wahyu Papat Juni Romadonia mengembalikan berkas ke DPC Partai Demokrat Kabupaten Serang. Ia mengaku siap jika harus bersaing dengan petahana. “Harus siap dong, kalau enggak siap buat apa daftar,” katanya.

Papat juga mengaku, mempunyai banyak simpatisan yang akan mendukungnya di pilkada. Ia juga menilai tidak mungkin digandeng oleh petahana untuk maju di Pilkada 2020 karena sama-sama perempuan. “Insya Allah simpatisan saya masih kompak, yang di luar partai juga banyak,” ujarnya.

Mantan anggota DPRD Kota Serang ini menyadari butuh dukungan dari partai lain seperti Demokrat untuk maju di Pilkada. Karena, jumlah kursi PKB di DPRD Kabupaten Serang belum mencukupi untuk mengusung calon bupati.

Sebelumnya sejumlah tokoh juga menyatakan hal yang sama. Seperti yang disampaikan Ketua DPW PAN Banten Masrori yang juga mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati. Ia mengaku serius dengan niatannya tersebut. “Tentu kami perlu dukungan dari partai lain untuk melakukan perubahan di Kabupaten Serang,” katanya.

Lain halnya yang disampaikan oleh bakal calon wakil bupati petahana Pandji Tirtayasa. Pandji menyadari dirinya tidak mempunyai kapasitas untuk maju sebagai calon bupati. Ia juga memastikan tidak akan bersaing dengan Ratu Tatu Chasanah di pilkada. Pendaftaran Pandji ke beberapa parpol itu hanya ingin disandingkan dengan Ratu Tatu Chasanah seperti mengulang Pilkada 2015. “Kalau tidak dengan ibu (menyebut Tatu-red), berarti saya batal nyalon,” katanya. (jek/zee/ags)