Rampas Kendaraan, Debt Collector Ditangkap

0
89

SERANG – Seorang debt collector atau mata elang bernama Armada Jaya (46), diciduk petugas Satreskrim Polres Serang Kota, Minggu (16/2) dini hari. Armada diciduk lantaran merampas minibus milik konsumen lembaga pembiayaan.

Adalah Rijal pemilik minibus tersebut. Mobil milik warga Kampung Sorongan, Desa Sorongan, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang itu dirampas pada 5 Desember 2019. Sebelumnya, Armada Jaya bersama empat orang rekannya, BY, JD, YI, dan MA bertugas mencari kendaraan yang telah menunggak pembayaran. Nah, kelima debt collector itu melihat minibus milik korban di parkiran belakang RS Bedah Benggala, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Usai mencocokkan identitas minibus tersebut, Armada Jaya bersama keempat rekannya mendatangi korban. Mereka memaksa korban menyerahkan kendaraannya. Korban sempat dianiaya dan dibawa pelaku menuju Tol Tangerang-Merak.

“Mereka ini melakukan penarikan kendaraan secara paksa. Kerjaannya mereka ini memang sebagai mata elang atau debt collector,” kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Feradinata kepada Radar Banten, Minggu (16/2).

Usai kendaraannya dirampas, korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Serang Kota. Sesuai laporan Nomor: LP-B/ 398/XII/2019/Res.Serang Kota, polisi mulai melakukan penyelidikan. Tak lama, seorang pelaku berinisial BY berhasil diringkus polisi.

Kemarin (16/2), giliran Armada Jaya diringkus di kediamannya Lingkungan Sumur Jaya, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

“Ditangkap dini hari tadi. AJ merupakan pelaku pencurian yang memang sedang kita cari,” kata Indra.

Lelaki asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan itu masih menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Serang Kota. Dia terancam Pasal 362 KUH Pidana dan Pasal 351 KUH Pidana. “Ancamannya pidananya selama lima tahun,” kata Indra.

Indra menegaskan, perbuatan Armada Jaya cs tidak dibenarkan secara hukum. Soalnya, pengambilan kendaraan yang menunggak pembayaran harus melalui prosedur hukum.

“Karena kalau merampas di jalan atau di tempat lain itu sudah termasuk curas (pencurian dengan kekerasan-red),” tegas Indra. (mg05/nda/ira)