Ilustrasi (pixabay).

SERANG- Muhamad Rohman (34) terancam pidana 12 tahun penjara. Lelaki yang berprofesi sebagai tukang ojek itu didakwa merampok sebuah minimarket. Surat dakwaan dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (14/3).

Kasus itu bermula pada Minggu (29/10/2017) malam. Rohman bertemu Hajaji (meninggal dunia) di kontrakan Debi di Kampung Sawah, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Hajaji kemudian mengajak Rohman pergi mencari uang.

Berbekal senjata tajam (sajam) Rohman dan Hajaji menuju Serang dengan menumpang bus. Keduanya turun di daerah Kemang, Kota Serang. Kedua pemuda itu berjalan kaki menuju arah Ciceri. Tujuannya, mencari sasaran untuk dirampok.

“Sepanjang berjalan kaki sambil melihat-lihat toko atau tempat yang pas untuk melakukan aksi pencurian,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Subardi di hadapan majelis hakim yang diketuai Nur Hadi.

Kedua pelaku terus berjalan menuju daerah Cijawa, Ciceri, Kota Serang. Saat itu, keduanya melihat sebuah minimarket di Jalan KH Fatah Hasan, Lingkungan Ciceri, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, masih beroperasi. Keduanya masuk ke dalam minimarket dan langsung menodongkan sajam ke arah leher dua pegawai minimarket.

Di bawah ancaman todongan sajam, kedua pegawai dibawa masuk ke dalam kamar mandi. Kedua pegawai itu berada dalam pengawasan Hajaji. Sementara, Rohman bergegas mengambil uang di dalam laci kasir sebesar Rp14 juta, dan tiga unit ponsel.

Seusai menggasak uang dan ponsel, Hajaji keluar minimarket. Kedua pemuda itu kabur menggunakan motor Yamaha Mio bernopol A 4723 BH milik salah seorang pegawai yang diparkir di depan minimarket.

Motor curian itu disimpan di belakang pos lantas Serang Timur. Sementara, kunci motor dibuang ke sekitar selokan. Dua pemuda itu meninggalkan Serang menumpang bus menuju Merak. Akibat perbuatan Rohman dan Hajaji, minimarket tersebut rugi Rp30 juta lebih. “Sidang ditunda pekan depan,” kata Nur Hadi. (Merwanda/RBG))