Rancadadap, Kampung Berbunga dan Berwarna

CIKEUSAL – Kampung Rancadadap di Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, telah berbenah. Khusus di RT 13 RW 05, perkampungan ini menjadi lebih berbunga dan berwarna. Bersih dan rapi tetap menjadi prioritas warganya.

Kesan ini tergambar ketika Banten TV (grup Radar Banten) mengikuti tim 8 juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang melakukan penilaian tahap kedua, Selasa (10/12). Saat memasuki kampung ini, tim juri disambut dengan pengalungan bunga dari Kepala Desa Dahu Encin Kursinah. Suami dari Encin yang anggota DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Zaeni, beserta aparatur desa ikut mendampingi.

Tetabuhan rebana dan nyanyian dari grup marawis Desa Dahu kemudian menggema, mengiringi tim juri melakukan penilaian. Tim juri mendapati, Rancadadap telah berubah. Kondisinya berbeda saat penilaian tahap pertama.

Sekarang, bunga-bunga dan tanaman hias menghiasi kampung ini. Rancadadap juga lebih rapi dan bersih. Karena, tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) untuk sampah organik dan non organik telah dibangun di kampung ini. Warga, terutama ibu-ibu di kampung ini, telah mampu membuat kerajinan tangan dari sampah plastik. Sementara, sampah organiknya diolah menjadi kompos.

“Kampung ini sudah melakukan pembenahan. Dari kategori lomba, semuanya sudah dipenuhi. Tinggal nanti diadu di pleno dengan kampung lain dari tim juri yang lain,” kata Rahmat HIdayat, anggota tim 8 juri LKBA. “Warga kampung ini sangat kompak. Apa yang dilakukan warga, sudah luar biasa. Namun, pemanfaatan sampah yang didaur ulang, walaupun sudah ada, tapi hasilnya belum siginifikan (pemanfaatannya-red) untuk warga,” ungkapnya.

Dari sisi keamanan lingkungan, AKP Markun menyampaikan bahwa peralatan keamanannya belum lengkap. Pos ronda di Rancadadap baru dilengkapi dengan jadwal ronda dan nomor telepon darurat.

“Tiga bulan terakhir, tidak ada kasus tindak pidana,” jelas anggota tim 8 juri LKBA perwakilan dari Polda Banten itu. (rio/don/ags)