Rano Apresiasi Ibu-ibu yang Masak Makanan Khas Banten

0
500 views
Rano Karno bersalaman dengan ibu-ibu saat menghadiri acara masak masakan khas Banten di Lapangan Blok M Desa Kayu Agung, Sepatan, Kabupaten Tangerang.

TANGERANG – Calon Gubernur Banten Rano Karno mendorong warga untuk senantiasa melestarikan masakan khas Banten.

Hal itu dikatakan Rano saat menghadiri acara masak masakan khas Banten di Lapangan Blok M Desa Kayu Agung, Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten baru-baru ini.

Acara tersebut dihelat oleh DPD Taruna Merah Putih Provinsi Banten. Sebanyak 20 kelompok Ibu-Ibu Majelis Taklim di Kabupaten Tangerang mengikuti acara ini.

Rano Karno sangat mengapresiasi kegiatan yang bertajuk “Mari Lestarikan Masakan Khas Banten” itu.

Menurutnya, masakan khas Banten sangat perlu untuk terus disosialisasikan. Bahkan Rano akan mencanangkan program makan ikan bersama.

“Karena ikan sudah harus menjadi menu penunjang utama di banding menu-menu lainnya,” kata Rano melalui siaran pers, Minggu (15/1), sebgaimana dilansir JPNN.

Dalam kegiatan tersebut, para ibu majelis taklim memasak Sate Bandeng, Nasi Uduk Daging Empal, Laksa Tangerang, dan Rabeg Banten dalam suasana yang penuh kebersamaan dan persaudaraan.

Pada kesempatan yang sama, Novi dari Majelis Taklim Al-Ikhlas Kabupaten Tangerang mengaku senang dengan adanya masak dan makan bersama.

Acara ini sangat penting bagi warga Banten, agar warga tahu makanan khas banten apa saja.

Novi bersama kelompoknya berkesempatan untuk memasak rabeg yang menurutnya saat ini sudah sangat asing bagi masyarakat.

“Padahal rabeg sendiri merupakan menu bagi kesultanan Banten. Yaitu kesultanan Hasanudin,” ujarnya

Novi sangat berharap jika Rano Karno terpilih sebagai Gubernur Banten nanti untuk mengadakan kegiatan serupa. Kegiatan tersebut menjadi penting tidak saja untuk mendengungkan kembali masakan khas Banten kepada warga Banten tetapi juga untuk mendekatkan Kepala Daerah kepada warganya.

“Kalau kumpul dengan Gubernur sambil masak dan makan bersama kan sangat enak. Ada nuansa kebersamaan dan persaudaraan antara warga dan Gubernur. Tidak sekadar melihat di TV, atau di media lainnya,” tuturnya.(fri/jpnn)