Rano Baca Dedication Of Life di Puncak Perayaan HUT ke-44 PDI Perjuangan

0
506 views

SERANG – 10 Januari 2017 merupakan hari khusus bagi Partai PDI Perjuangan. Pada tanggal tersebut, PDIP menginjak usianya yang ke-44. Puncak acara peringatan HUT ke-44 ini akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta. Dalam keterangannya, Wakil Sekjen Ahmad Basarah mengungkapkan, peringatan hari jadi PDI Perjuangan juga bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional I yang dilaksanakan sejak tanggal 10 hingga 12 Januari 2017.

Ahmad Basarah menjelaskan, salah satu rangkaian acara pada puncak HUT PDIP Tersebut akan ada pembacaan dedication of life yang ditulis oleh Presiden Pertama RI Bung Karno. Dalam kesempatan ini yang akan membacakan naskah tersebut adalah Rano Karno di hadapan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri dan Presiden RI Jokowi.

Rano sendiri mengaku sangat terhormat mendapat kepercayaan ini. Sosok Bung Karno yang dikaguminya itu disebutnya sebagai inspirasi dan api semangat dalam mengisi kemerdekaan. “Bung Karno adalah Bapak Bangsa. Melalui Dedication of Life kita bisa merasakan api perjuangan yang tak pernah padam. Bung Karno telah mewariskan pesan dan hikmah yang menggetarkan,” ujarnya, Senin (9/1).

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan bahwa Presiden Joko Widodo akan menghadiri pembukaan acara Rakernas I PDI Perjuangan. “Presiden akan hadir di acara Rakernas dan HUT PDI Perjuangan pada 10 Januari di Kemayoran dan sejumlah menteri akan memberikan paparan, karena bagaimana pun PDI Perjuangan adalah partai terbesar yang mengusung, memberikan dukungan sepenuhnya kepada Presiden dan Wapres,” katanya.

Politisi yang akrab disapa Pram itu menyebutkan, kehadiran Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta jajaran menteri Kabinet Kerja sangat penting, karena dalam kesempatan itu akan disampaikan apa yang menjadi cetak biru rencana ke depan.

Dedication of Life sendiri telah berulang disampaikan Bung Karno dalam berbagai pertemuan secara lisan. Namun kata-kata dalam Dedication of Life secara tertulis baru dilakukan Bung Karno pada tahun 1966. Bung Karno menulis Dedication of Life sebagai bentuk komitmennya dalam mengabdi kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air.

Berikut adalah Dedication of Life yang dituliskan Bung Karno pada 1966.

Saya adalah manusia biasa
Saya, dus, tidak sempurna

Sebagai manusia biasa, saya tak luput dari kekurangan dan kesalahan

Hanya kebahagiaanku adalah mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada bangsa

Itulah dedicaiton of life-ku

Jiwa pengabdian inilah jadi falsafah hidupku
Saya nikmati dan jadi bekal hidupku

Tanpa jiwa pengabdian ini saya bukan apa-apa

Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini Saya merasa hidupku bahagia dan membawa manfaat

Soekarno, 10 September 1966

(Bayu)