Rano-Embay Tandatangani Pakta Integritas Bersama Poros Muda NU

0
465 views
Rano-Embay setelah melakukan penandatanganan pakta integritas yang digelar oleh Poros NU Muda Banten di gedung PWNU Banten, Minggu (4/12)

SERANG – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy dan Ketua KPK, Agus Rahardjo tak menghadiri agenda penandatangan pakta integritas Cagub dan Cawagub yang digelar oleh Poros Nahdlatul Ulama (NU) Muda Banten di gedung Pengurus Wilayah NU Banten, Kemang, Kota Serang, Minggu (4/12). Akibatnya, yang seharusnya dilakukan oleh dua pasangan calon, hanya satu calon yang menandatanganinya

Hingga selesainya serangkaian acara sore ini, sejumlah undangan dan tokoh yang hadir dalam kesempatan tersebut yaitu pasangan Cagub Cawagub, Rano Karno dan Embay Mulya Syarif, Komisioner Bawaslu RI, Daniel Zuchron, Kepala Kesbanpol Provinsi Banten, Rusdjiman, dan perwakilan Bawaslu Banten, Eka Satya Laksmana.

Kader Muda NU Penggiat Anti Korupsi, Karsono, mewakili Poros NU Muda Banten mengatakan, ketidak hadiran WH-Andika dalam agenda tersebut dimaklumi oleh pihak penyelenggara. “Mungkin sudah mempunyai agenda kampanye lain, karena kan biasa calon sudah mempunyai jadwal yang sudah disusun,” ujarnya saat acara selesai.

Terkait ketidak hadiran Ketua KPK Agus Rahardjo menurut Karsono sangat disayangkan oleh seluruh kader muda NU yang menyelenggarakan agenda ini. “Karena agenda ini salah satu upaya dukungan dari pihak masyarakat dalam pembertasan korups, namun, semoga tidak mengurangi semangat kami, dan mempengaruhi agenda kedepan,” paparnya.

Sementara itu, salah satu kader muda NU lainnya, Akbarudin mengaku menyangkan ketidak hadiran pasangan WH-Andika. Karena agenda merupakan bentuk semangat pemberatasan korupsi dari kalangan muda.
“Menyayangkan hanya satu calon saja yang hadir, karena ini adala acara yang amat penting bagi keberlangsungan dan kemajuan Provinsi Banten,” ujar laki-laki yang mejabat sebagai Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banten tersebut.

Ditemui setelah acara, Rano Karno menilai agenda ini merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam memberantas tindakan korupsi. Menurutnya hal seperti ini perlu dilakukan, karena dalam proses pemberatasan korupsi peran serta masyarakat luas sangat diperluas.

“Yang namanya korupsi tentu harus diberantas, money politik pun harus kita waspadai,” ujarnya singkat sambil menuju kendaraanya. (Bayu)