Rano Mengenang Satu Tahun Kepergian Sang Bunda

0
1.313 views

SERANG – Enam Desember 2015 merupakan hari yang sulit dilupakan bagi Calon Gubernur Banten Rano Karno. Tepat satu tahun yang silam Istiarti Rawumali, sang bunda meninggal dunia.

Rano dan keluarga pun hgari ini berziarah ke makam permpuan yang paling dicintainya tersebut. Bagi Rano, Istiarti merupakan sosok yang tak tergantikan.

“Mama adalah pahlawan hebat bagi kami semua. Almarhumah tak pernah berhenti menasihati saya untuk senantiasa bertindak baik pada siapa saja. Saya tahu persis bagaimana Mama selalu menyebut saya dan semua anaknya di dalam doa. Sampai sekarang pun saya sering merasa Mama masih berada di antara kami semua,” ujar Rano, Selasa (6/12).

Rano masih dengan jelas mengingat saat-saat terakhir ibu yang dicintainya terbaring karena sakit yang menahun. Rano berdiri dan terpekur di sisi sang bunda. Ia bersama sejumlah anggota keluarga lainnya bergantian mendesiskan kalimat tahlil ke telinga sang bunda.

Menurut Rano sang bunda adalah sumber inspirasi dan semangat yang tidak berujung. Ia sempat kehilangan tempat mengadu dan bersandar saat sang ibu menghadap pada Sang Pencipta.

Saat sang ibunda hidup, Rano mengaku kerap mendapatkan wejangan tentang arti hidup, cara manusia harus bersikap, dan persoalan lain untuk hidup yang baik.

Rano pun menasihati pada siapa saja yang masih memiliki Ibu untuk memberikan bakti terbaik untuknya.

“Ibu itu adalah keramat hidup. Kesuksesan kita ada dalam doa seorang Ibu. Mintalah doa darinya. Ibu akan selalu mendoakan dengan tulus bagi kebaikan anak-anaknya. Dan apabila ibu kita telah tiada, kirimkanlah doa terbaik kita untuknya. Untuk ibu yang telah mempersembahkan hidup untuk kebahagiaan anak-anaknya,” papar Rano. (Bayu)