Rano Targetkan Banten Jadi Lumbung Padi Nasional

0
556 views
Cagub Banten Rano Karno menyosialisasikan programnya di tengah warga Desa Kedung, Gunungkaler, Kabupaten Tangerang, kemarin.

GUNUNGKALER – Setelah mengunjungi sentra maritim, blusukan calon gubernur (Cagub) Banten Rano Karno kemarin (16/1) mengunjungi sentra padi di Mekarbaru dan Gunungkaler. Ya, daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi ini memiliki areal persawahan yang masih cukup luas, namun perlu ada revitalisasi irigasi dan pembangunan waduk.

Kedatangan Rano sendiri disambut kemeriahan warga Desa Kedung, Gunungkaler. Blusukan Rano tak hanya menyambangi warga melainkan melihat ribuan hektare bentangan sawah dalam rute kemarin. ”Tahun 2016 lalu, target nasional yang pernah dibebankan ke daerah ini melebihi target dan meningkatkan nilai tambah petani (NTP) sebagaimana data terakhir dari BPS (Badan Pusat Statistik),” ujarnya kepada Radar Banten.

Maka, untuk meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi target nasional sebanyak satu juta ton, akan dilakukan revitalisasi irigasi dan menghidupkan kembali rencana pembangunan Waduk Garukgak. ”Anda bisa lihat sendiri kan, mulai dari Kronjo, Gunungkaler, Kresek sampai ke Tanara, Kabupaten Serang, isinya sawah semua. Sampai lahannya penuh tapi saat kemarau kita kekeringan,” terang Rano.

Maka dari itu, lanjut Rano, ke depan fokus untuk merevitalisasi irigasi dan saluran air perlu ditingkatkan kembali. ”Saatnya kita kembalikan Kabupaten Tangerang sebagai sentra padi penyumbang nasional,” imbuhnya.

Suami Dewi Indriati ini menambahkan target satu juta ton yang dibebankan kepada provinsi oleh nasional tersebut belum termasuk jagung dan kedelai.

Dijelaskan dia, ada tiga pabrik pakan besar yang membutuhkan jagung di Tangerang. Sedangkan untuk kedelai, menurutnya, masyarakat Banten belum memiliki kultur untuk bertanam kedelai. ”Sampai sekarang pabrik pakan ternak di Banten kita masih ngambil jagung ke Gorontalo atau tempat lain. Jika penanaman ini digalakkan maka mereka tak usah lagi ngambil jauh-jauh,” ujarnya.

Destinasi kedua blusukan Rano melangkah ke sejumlah pabrik penggilingan padi di Desa Rancagede, Gunungkaler. Ia meninjau sejumlah alat penggilingan dan hasil beras yang dihasilkan petani.

Salah satu pemilik pabrik, Samsuri (41) sempat curhat mengenai pasokan gabah dari kawasan Tangerang dan Serang yang sempat setop akibat cuaca buruk. ”Hujan yang terus menerus turun membuat sawah kami banjir. Bibit yang ingin ditanam malah hanyut,” katanya.

Dijelaskan Rano, saat ini pemprov akan menghidupkan kembali pembangunan Waduk Garukgak yang luasnya sekitar 30 hektare meski ada kendala dalam proses pembebasan. Rencana pembangunan waduk yang dapat mengaliri kebutuhan air tidak hanya ke Kabupaten Tangerang tapi juga ke perbatasan Serang. ”Waduk sebetulnya milik provinsi, cuma memang di waduk itu masih ada sawah,” katanya.

Sebetulnya, menurut Rano, pembangunan waduk tersebut merupakan program pemerintah pusat. Dari 300 rencana pembangunan waduk secara nasional, pembangunan Waduk Garukgak salah satunya. Rano pun berjanji, jika terpilih sebagai Gubernur Banten, akan memperjuangkan pembangunan waduk agar persoalan seperti kebutuhan air dan kendala banjir akan teratasi. ”Itu menjadi program pusat. Dari sekian 300 waduk nasional, Banten dapat lagi. Itu yang saya kejar,” kata dia. (Togar H/Radar Banten)