RANGKASBITUNG – Rapat paripurna penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Lebak kembali molor satu setengah jam dari jadwal di undangan pukul 9.00 WIB. Tidak hanya itu, anggota Dewan yang hadir di ruang paripurna hanya 24 orang dari total wakil rakyat sebanyak 50 orang.

Namun pimpinan DPRD Lebak Ucu Suherman mengumumkan dalan daftar hadir jumlah wakil rakyat yang hadir sebanyak 38 orang. Kondisi tersebut memicu interupsi dari sejumlah anggota DPRD Lebak. Mereka meminta pimpinan sidang melihat jumlah anggota yang hadir, karena jika diteruskan akan membuat keputusan Dewan bermasalah.

Anggota Fraksi Nasdem DPRD Lebak Mohamad Arif dalam interupsinya meminta pimpinan Dewan untuk melihat dan menghitung kembali anggota Dewan yang hadir di ruang rapat paripurna.

“Pimpinan, pimpinan interupsi. Sebaiknya pimpinan menghitung kembali jumlah anggota Dewan yang hadir,” kata Arif, Selasa (19/3).

Senada disampaikan Ketua Fraksi Golkar Ruly Sugiharto Wibowo. Katanya, jumlah anggota Dewan yang hadir di ruang paripurna hanya 24 orang, sehingga tidak kuorum. Kalau sidang paripurna dipaksakan dia khawatir keputusan Dewan akan bermasalah di kemudian hari.

“Anggota Dewan yang hadir di ruang paripurna secara fisik hanya 24 orang,” katanya.

Pimpinan sidang Ucu Suherman kemudian menunda rapat paripurna penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Lebak selama dua kali. Awalnya rapat paripurna hanya ditunda tiga menit, kemudian ditunda kembali selama tiga puluh menit. Setelah itu anggota DPRD Lebak yang hadir tidak bertambah pimpinan sidang tetap melanjutkan rapat paripurna setelah mendapatkan persetujuan dari 23 orang anggota DPRD Lebak. (Mastur)