Ratu Ati Dijegal Jadi Wakil Walikota, Golkar Enggan Ambil Pusing

0
190 views
Ratu Ati Marliati

CILEGON – DPD Partai Golkar Kota Cilegon enggan ambil pusing terkait dengan sikap PDIP Kota Cilegon melayangkan surat ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Selasa (23/7). Berkaitan dengan mekanisme pemilihan Ratu Ati Marliati bermasalah sejak proses di DPRD.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abas menilai upaya yang dilakukan oleh PDIP tersebut merupakan hak organisasi. Namun, Partai Golkar enggan mengambil pusing atas sikap yang ditunjukkan oleh PDIP Kota Cilegon tersebut.

“Kita fokus saja pada pelantikan calon yang kita usung, kita tidak mau fokus kita pecah ke persoalan lain,” ujar Sutisna kepada Radar Banten, Senin (29/7).

Saat ini Partai Golkar sedang menunggu informasi dari Biro Pemerintahan Provinsi Banten terkait usulan pelantikan wakil walikota Cilegon. Seluruh dokumen yang diminta oleh Kemendagri telah lengkap dan telah kembali diserahkan ke Kemendagri.

Diketahui, PDIP berupaya menjegal pelantikan Ati dengan menyurati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar membatalkan pelantikan. Meski Kemendagri belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Ratu Ati Marliati sebagai wakil walikota Cilegon sisa masa jabatan 2016-2021, PDIP minta Kemendagri membatalkan pelantikan tersebut.

Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC PDIP Kota Cilegon Tb Amri Wardhana menjelaskan, surat itu dilayangkan PDIP Kota Cilegon ke Kemendagri pada Selasa (23/7). “Kita anggap surat rekomendasi yang pertama tidak bisa direvisi sehingga tidak bisa dilantik,” ujarnya. (Bayu M/RBG)