Ratu Tatu Chasanah Ingin Kembalikan Kejayaan Judo Banten

0
102

SERANG-Kurang bersinarnya prestasi cabang olahraga (cabor) judo di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 membuat kepengurusan Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Banten periode 2018-2022 tercambuk. Organisasi pimpinan Ratu Tatu Chasanah itu bertekad ingin mengembalikan kejayaan judo di kancah nasional.

Hal tersebut disampaikan Tatu usai dilantik oleh Sekretaris Jendral PB PJSI, Mayjen (Purn) Bachtiar, di aula Tb Suwandi, pendopo bupati Serang, Senin (28/5) siang. Turut hadir Ketua Umum KONI Banten Brigjen Pol (Purn) Rumiah Kartoredjo dan anggota Bidang Organisasi KONI Banten Dani Okta Ramdhani.

Ditemui usai dilantik, Tatu mengatakan, sejak keikutsertaan Banten di empat edisi PON sebelumnya, judo selalu menyumbang medali emas. Hanya di PON Jawa Barat judo mengalami penurunan prestasi dengan hanya meraih medali perunggu. Salah satu penyebabnya adalah organisasi yang sudah tidak efektif dan para atlet yang sempat berjaya sebelumnya sudah dimakan usia serta atlet yang masih produktif memilih hijrah ke provinsi lain bahkan ada yang beralih ke cabor lain. “Maka dari itu, di bawah kepemimpinan saya ingin mengembalikan kejayaan judo Banten terutama di kancah nasional. Meski saya awalnya ragu ditunjuk jadi Ketua Judo Banten karena tidak ada dasar atau pengalaman di dunia judo. Tapi setelah melihat semangat dan tekad teman-teman, saya jadi terpanggil dan kini optimistis mampu mencapai target yang dicanangkan di PON XX Papua 2020,” kata Tatu kepada awak media, Senin (28/5) siang.

Wanita yang menjabat sebagai Bupati Serang itu pun berharap, seluruh pengurus bisa bekerja sama dengan sebaik-baiknya dalam menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawabnya sesuai dengan tupoksi masing-masing. Demikian juga kepada seluruh pengurus cabang (pengcab) PJSI kabupaten kota, ia mengajak agar mulai bergerak maju. “Bagi kepengurusan yang sudah habis masa baktinya agar segera mengadakan muskab/muskot guna pembentukan kepengurusan dan target yang baru. Ayo kita bersama-sama membina atlet mulai dari klub dan pengcab sehingga judo Banten menjadi semakin kuat dan dapat memunculkan pejudo muda yang lebih kompetitif dan dapat berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo berharap, PJSI Banten segera bergerak cepat. Soalnya, babak prakualifikasi PON (Pra-PON) dimulai Juni tahun depan. “Semua cabor hanya punya persiapan kurang lebih satu tahun lagi. Patut diingat, kami (KONI Banten-red) hanya akan memberangkatkan atlet ke PON XX Papua 2020, yang lolos di babak kualifikasi minimal urutan ketiga,” tegasnya.

Rumiah yakin, di tangan dingin Ratu Tatu Chasanah, judo Banten mampu kembali berjaya. “Apalagi Beliau kan Bupati Serang. Sosok yang jadi panutan. Semoga saja semuanya berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (dre/sr/ira/RBG)