Ratusan Anak Jadi Korban Kekerasan, Penanganan Perlu Keterlibatan Seluruh Pihak

Siti Maani Nina

SERANG – Angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Banten masih cukup tinggi. Pada tahun 2017, tercatat sekitar 330 anak yang menjadi korban kekerasan, baik fisik, non fisik, maupun seksual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AK2B) Provinsi Banten Siti Maani Nina menjelaskan, jumlah tersebut tersebar di delapan kabupaten kota di Banten.

“Pelakunya terkadang dari orang yang berada di sekitar korban,” papar Nina kepada awak media setelah launching Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (23/3).

Pembentukan PATBM ini menurut Nina salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak. Selain, agar proses penanganannya pun berjalan cepat sejak terjadinya kasus tersebut.

Menurut Nina, karena pelaku kekerasan cenderung berasal dari sekitar anak yang menjadi korban, peranan seluruh pihak diperlukan. Dan PATBM terdiri dari seluruh pihak tersebut.

“Ada tokoh agama, remaja, anak-anak, pemerintahan hingga tingkat RT, guru, aktivis, dan yang lainnya,” kata Nina.

Aktivitas pencegahan yang akan dilakukan dalam PATBM ini bersifat sosialisasi serta pendidikan norma sosial. Secara teknis disesuaikan dengan latar belakang pihak yang berada di PATBM tersebut.

“Kiai melalui ceramah di pengajian, guru di sekolah, masyarakat umum di dalam keluarganya,” tutur Nina. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)