Ratusan Bidan dan Penyuluh Pertanian di Kabupaten Serang Diangkat Jadi ASN

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyerahkan SK ASN kepada perwakilan bidan dan penyuluh yang diangkat menjadi ASN di halaman pendopo bupati Serang, Senin (30/7).

SERANG – Sebanyak 266 pegawai honor di Kabupaten Serang, terdiri atas 204 bidan pegawai tidak tetap (PTT) dan 62 tenaga harian lepas (THL) penyuluh pertanian diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Prosesi pengangkatan ratusan pegawai itu dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di halaman pendopo bupati Serang, Senin (30/7).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang Rif’ah Maftuti mengatakan, Pemkab terus berupaya untuk mengangkat pegawai yang mengabdi secara maksimal untuk menjadi ASN. Kata Rif’ah, pengangkatan sudah diatur oleh pemerintah pusat. “Kita ajukan secara prosedur, keputusan tergantung pusat. Sekarang ada 266 pegawai yang diangkat jadi ASN,” ungkapnya.

Dikatakan Rif’ah, bidang kesehatan dan penyuluhan menjadi skala prioritas untuk diangkat menjadi ASN. Pegawai dari kedua bidang sudah puluhan tahun mengabdi di lingkungan Pemkab Serang. “Sebelumnya mereka sudah calon ASN. Sekarang tersisa 56 orang yang belum diangkat. Terdiri dari 32 tenaga medis dan 22 penyuluh karena usia mereka di atas 35 tahun,” terang Rif’ah yang merangkap jabatan Asisten Daerah (Asda) III itu.

Sementara Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjelaskan, diangkatnya bidan PTT dan penyuluh pertanian menjadi ASN karena sudah lama mengabdi membantu kinerja Pemkab Serang. Pengangkatan ASN, kata Tatu, sebagai bentuk penghargaan.

“Dengan adanya pengangkatan ini, menjadi motivasi bagi mereka agar meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Kata Tatu, kedua formasi kepegawaian tersebut sesuai nawacita pembangunan Republik Indonesia dan sudah memberi dampak positif dari segi kesehatan dan mendorong petani menciptakan swasembada pangan. “Ini (pengangkatan pegawai-red) bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kualitas kesehatan yang mampu mendorong naiknya IPM (indeks pembangunan manusia-red) di Kabupaten Serang,” ucapnya.

Apalagi, lanjutnya, jumlah tenaga medis saat ini belum memenuhi kebutuhan untuk melayani pasien di Kabupaten Serang. Ditambah, RSUD dr Dradjat Prawiranegara sudah menjadi rumah sakit regional, yakni menerima rujukan dari Kota Cilegon, Pandeglang, dan Kota Serang.

“Selain tenaga medis, kita juga membutuhkan bantuan infrastruktur dari pemerintah pusat dan Pemprov Banten untuk menangani pasien sebagai rumah sakit yang ditetapkan oleh pusat dan provinsi menjadi rujukan tiga kabupaten kota tersebut,” tutupnya. (Adi/RBG)