Ratusan Botol Miras Diamankan dari Warung Jamu dan Tempat Hiburan di Cilegon

Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang didampingi TNI Polri sedang melakukan pemeriksaan dan penyitaan minuman keras (miras) di salah satu warung jamu yang ada di Kota Cilegon, Rabu (28/3) dini hari. FOTO: SATPOL PP CILEGON FOR RADAR BANTEN

CILEGON – Sebanyak 524 botol minuman keras (miras) berbagai merek diamankan petugas yang menggelar razia di sejumlah warung jamu dan tempat hiburan malam di Kota Cilegon, Rabu (28/3) dini hari. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) didampingi TNI dan Polri menyisir semua warung jamu dan tempat hiburan yang diduga menjual minuman keras.

Informasi yang dihimpun, petugas melakukan razia selain dalam rangka menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2001 tentang Pelanggaran Kesusilaan, Minuman Keras, Perjudian, Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya, juga adanya laporan dari masyarakat Jombang Wetan tentang maraknya peredaran miras oplosan. Tidak ada perlawanan dari pemilik warung jamu dan tempat hiburan malam saat dilakukan razia.

Adapun miras berbagai jenis yang berhasil diamankan di antaranya; kecut 160 plastik, ciu tiga galon, vodka kecil 21 botol, vodka besar satu botol, wiski kecil 18 botol, wiski besar enam botol, bir Anker 21 botol, kolesom kecil 41 botol, kolesom besar 36 botol, anggur gingseng 21 botol, Prost 65 botol, bir batang 9 botol, Guinness 15 botol, stuf lima botol, anggur buah tiga botol, anggur merah 27 botol.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-Undangan pada Satpol PP Sofan Maksudi mengatakan, pihaknya melakukan razia lantaran ada laporan dari warga Kelurahan Jombang Wetan yang resah akan maraknya miras oplosan. “Kami juga melakukan razia untuk menegakkan Perda Nomor 5,” tukasnya.

Sofan mengungkapkan bahwa barang bukti hasil operasi masih ada di kantor Satpol PP, belum diserahkan kepada pihak kepolisian lantaran pemiliknya akan dikenakan tindakan pidana ringan (tipiring). “Kami belum serahkan (ke polisi-red). Karena pemilik barang akan kami panggil untuk kami tindak,” ujarnya.

Ke depan, sambung Sofan, pihaknya juga akan melakukan razia khusus asusila. “Kami sudah programkan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Juhadi M Syukur membenarkan bahwa razia yang dilakukan dalam rangka penegakan perda. “Kami melaksanakan tugas sesuai tupoksi, akan tetapi kalau masyarakat yang mendesak diadakan razia, kami bisa lakukan itu. Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Kata Juhadi, setelah dilakukan razia, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap tempat hiburan dan warung jamu. (Adi/RBG)