Ketua PHRI Pandeglang Widi Widiasmanto memberikan keterangan kepada wartawan.

PANDEGLANG – Pascatsunami pada 22 Desember tahun lalu, hotel yang ada di Pandeglang masih terpuruk. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang Widi Widiasmanto menyebutkan, seratusan karyawan hotel di Pandeglang akan dirumahkan karena pengusaha hotel merugi.

Kata Widi, selama satu bulan setelah tsunami, wisatawan yang berkunjung ke Pandeglang sangat minim. Puluhan pengusaha hotel tak mampu lagi menanggung biaya operasional.

“Kerugian mencapai Rp200 miliar. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah apabila pemerintah tidak segera memulihkan kondisi pariwisata di Pandeglang,” kata Widi saat rakor di ruang Garuda, pendopo Pemkab Pandeglang, Kamis (31/1) siang.

Untuk mencegah kemungkinan terburuk, lanjut dia, pihak PHRI melakukan koordinasi dengan Pemkab Pandeglang agar ada jalan keluar sehingga pihak pengelola hotel tidak merumahkan karyawannya. (Adib Fahri/Aas/ira)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.