Ratusan Karyawan PT SMU Mogok Kerja

0
1709

LEBAK – Sebanyak 100 orang lebih karyawan PT Sayap Mas Utama (SMU) melakukan aksi mogok kerja selama tiga hari, yakni Senin – Rabu (8 – 10/3). Mereka menuntut manajemen perusahaan tidak semena-mena dalam mengeluarkan kebijakan mengenai mutasi karyawan dari Lebak ke Sukabumi.

Abdul Mun’in, Wakil Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) unit PT SMU mengatakan, manajemen PT SMU telah tiga kali melakukan mutasi karyawan dari Warunggunung ke Sukabumi. Gelimbang pertama, ada lima orang yang dipindahkan tanpa alasan yang jelas. Karena lima orang tersebut warga Lebak, mereka akhirnya memilih mengundurkan diri.

“Ini diduga akal-akalan perusahaan untuk memberhentikan karyawan. Karena, ketika dipindahtugaskan ke Sukabumi, biaya yang dikeluarkan untuk hidup di sana cukup besar dan tidak ada uang yang bisa dibawa ke rumah. Akibatnya, karyawan memilih mundur,” Abdul Mun’in kepada Radar Banten, Selasa (9/3).

Dijelaskannya, beberapa bulan kemudian perusahaan yang bergerak dibidang pergudangan dan distribusi sembako ini memindahkan empat orang. Keempat orang ini menuntut pesangon dan sekarang dalam proses sengketa di pengadilan hubungan industrial (PHI).

“Bulan lalu, ada lagi yang dipindahkan sebanyak lima orang. Mereka menolak dan karyawan sepakat untuk mogok kerja, karena mereka yakin kejadian serupa bisa terjadi kepada karyawan lain,” tegasnya.(Mastur)