Ratusan Petani Cihara Lebak Secara Sukarela Masuk BPJAMSOSTEK

0
2465
Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Cabang Serang Didin Haryono (kiri) saat menyerahkan santunan di Kantor Kecamatan Cihara, Jumat (5/3).

LEBAK  – Ratusan petani di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak secara sukarela masuk program  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Mereka ikut program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Tahap pertama ada 700 orang petani yang masuk. Tahap kedua sekitar 140 orang petani. Meski tinggal di kampung, mereka daftar karena memiliki kesadaran pentingnya program jaminan sosial ketenagakerjaan. Mereka daftar dan membayar sendiri iurannya, Rp16.800 per bulan,” kata Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Cabang Serang Didin Haryono setelah kegiatan sosialisasi dan penyerahan santunan di Kantor Kecamatan Cihara, Lebak, Jumat (5/3).

Kata Didin, petani di Kecamatan Cihara merespons dengan baik program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan karena tahu manfaatnya. Sebagai pekerja informal, mereka juga memiliki risiko dalam menjalankan pekerjaannya. Bila mereka mengalami kecelakaan saat bekerja akan mendapatkan pelayanan pengobatan di rumah sakit hingga sembuh. Bila meninggal dunia akan mendapatkan santunan kematian Rp42 juta.

“Kami ada kendala dalam administrasi saja. Ada beberapa warga yang tidak punya surat atau akta nikah untuk proses data ahli waris suami atau istri. Jadi ini PR pemerintah daerah bersama Kementerian Agama dan Pengadilan Agama untuk memberikan pelayanan isbat nikah secara gratis agar mereka punya akta nikah,” ungkap Didin.

Selain sosialisasi, lanjut Didin,  menyerahkan santunan kematian kepada dua peserta yang meninggal dunia. Pertama, Sarkiman, warga Desa Lebakpendey yang daftar bulan Desember 2020, lalu meninggal pada Januari 2021. Kedua, Armani, warga Desa Panyaungan, yang daftar pada Desember 2020, meninggal pada 3 Maret 2021. “Walaupun baru daftar dua bulan, kami tetap berikan haknya berupa santunan kepada ahli waris,” jelas Didin.

Didin mengungkapkan, untuk meningkatkan jumlah peserta dari pekerja informal, pihaknya melakukan perjanjian kerja sama dengan relawan atau agen penggerak jaminan sosial yang disebut Perisai.

“Yang jadi agen Perisai di Cihara bernama Jamil. Kebetulan dia Ketua KNPI Kecamatan Cihara. Tugasnya menyosialisasikan dan mendaftarkan warga Cihara dan sekitarnya, sepeti Bayah dan Panggarangan, ke program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ungkap Didin. (aas)