CILEGON – Ratusan pohon berbagai jenis di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon mati lantaran tidak dirawat. Pohon sumbangan SKPD Pemkot Cilegon pada November 2014 itu, semula ditanam untuk menambah keasrian jalur sepanjang 15,7 kilometer tersebut. Tapi, lantaran kondisi tanah yang tandus dan tidak adanya pemeliharaan, tanaman itu mati.

Romli, salah seorang pengendara yang melintas di JLS menilai, Pemkot Cilegon kurang serius memperindah JLS melalui penanaman pohon. “Coba kalau Pemkot serius, pohon ini pasti banyak manfaatnya. Kan bisa mengurangi polusi juga,” katanya, Senin (9/2/2015).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.232 tanaman disumbangkan SKPD. Tanaman jenis asem jawa, kiara payung, ketapang kencana, dan trembesi adalah jenis pohon besar yang sengaja dipilih untuk menambah keasrian JLS yang gersang. “Kalau memang dipelihara serius, gak mungkin rumput rumput di sekitarnya (pohon-red) subur begitu. Sedangkan pohonnya sendiri malah mati,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cilegon Ujang Iing mengatakan dirinya baru mengetahui kondisi itu. “Yang pasti kita rutin melakukan penyiraman. Tapi mungkin karena faktor kekeringan ini ya, nanti akan segera kita tindak lanjuti,” ujarnya kepada radarbanten.com saat dihubungi melalui telpon genggam. (Devi Krisna)