Ratusan Rumah di Bojonegara Terendam Banjir

0
907 views

BOJONEGARA – Ratusan rumah di tiga desa di Kecamatan Bojonegara terendam banjir, Jumat (6/1) dini hari. Korban banjir akibat luapan Sungai Ukir Sari itu berada di Desa Pakuncen, Pangarengan, dan Mekarjaya.

Menurut Emiliawati, guru SMP PGRI Bojonegara yang sekolahnya juga kebanjiran, banjir terjadi ketika intensitas hujan tinggi sejak Kamis (5/1) malam. Air Sungai Ukir Sari meluap ditambah saluran pembuangan air tersumbat sampah menambah banjir cepat terjadi. Padahal, saat terjadi banjir, pemerintahan ke tiga desa telah mengumumkannya pada Kamis malam.

“Sekira jam setengah dua malam, warga pada ke luar rumah karena air sudah masuk ke rumah. Terus, saya dipanggil penjaga sekolah (SMP PGRI Bojonegara-red) kalau air juga masuk ke ruang kelas dan pagar sekolah roboh,” tutur Emilia, begitu Emiliawati biasa dipanggil, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, kemarin (6/1).

Banjir membuat ruang kelas di SMP PGRI Bojonegara penuh lumpur. Oleh karenanya, kata Emilia, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya diliburkan, kemarin. Sebagian siswa yang tetap datang ke sekolah akhirnya diminta untuk membantu pihak sekolah membersihkan ruang kelas. “Ada dua kelas yang terendam. Sebagian siswa enggak datang, mungkin rumahnya juga kena banjir. Balai desa juga terendam sampai sepinggang,” terang Emilia.

Camat Bojonegara Sutikno membenarkan banjir yang merendam ratusan rumah warga di Desa Pakuncen, Pangarengan, dan Mekarjaya. Namun, banjir tidak berlangsung lama dan cepat surut. “Cuma sejam doang rendamannya akibat limpahan air kena jembatan sungai yang tersumbat sampah. Begitu hujan reda, air langsung surut,” jelasnya.

Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Jhon Ewangga membenarkan banjir di tiga desa di Kecamatan Bojonegara itu. Menurutnya, banjir terjadi mulai sekira pukul 02.30 WIB dan mulai surut sekira pukul 06.00 WIB. “Air sungai meluap ke permukiman karena adanya penyumbatan tumpukan sampah,” tegas Jhon Ewangga.

Dia menyebutkan, ada ratusan rumah warga di empat kampung di tiga desa yang terkena dampak luapan air Sungai Ukir Sari. Yakni, 150 rumah yang dihuni 120 kepala keluarga (KK)/500 jiwa di Kampung Masigit di Desa Pakuncen, 100 rumah warga yang dihuni 70 KK/300 jiwa di Kampung Kepaten di Desa Pangarengan, 200 rumah yang dihuni dengan 150 KK/600 jiwa di Kampung Sumurgading di Desa Mekarjaya, dan 300 rumah yang dihuni 200 KK/800 jiwa di Kampung Nyamuk di Desa Mekarjaya.

“Ketinggian air satu meter di dalam rumah dan dua meter di luar rumah. Situasi terkini, hasil pantauan personel TRC (Tim Reaksi Cepat) Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasional) BPBD, kondisi air sudah surut dan dalam status aman terkendali,” ungkap Jhon Ewangga. (Nizar S/Radar Banten)