Ratusan Rumah di Lebak Terendam Banjir

Rumah warga di Gubugan Cibeurem, Kecamatan Maja, terendam banjir luapan Sungai Cibeurem, kemarin.

MAJA – Sebanyak 182 unit rumah di dua kecamatan di Kabupaten Lebak terendam banjir akibat luapan Sungai Cisinu dan Sungai Cibeurem sejak Kamis (14/5) dini hari. Ketinggian air di beberapa desa di Kecamatan Maja mencapai satu meter lebih, sehingga masyarakat harus mengungsi ke lokasi yang aman.

Pantauan Radar Banten di Desa Gubugan Cibeurem, Kecamatan Maja, sebagian masyarakat masih bertahan di rumahnya masing-masing. Walaupun, ketinggian air di rumah penduduk sudah mencapai setengah meter lebih. Bahkan, sebagian anak-anak bermain air di depan rumahnya tersebut.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, ada lima desa di Kecamatan Maja dan Sajira yang terdampak banjir. Jumlah rumah yang terendam banjir di Desa Pasirkembang, Mekarsari, Buyut Mekar, dan Gubugan Cibeurem, Kecamatan Maja sebanyak 142 unit rumah dan 570 jiwa. Sementara itu, rumah yang terendam banjir di Desa Paja, Kecamatan Sajira, kurang lebih sebanyak 40 rumah dan satu unit rumah hanyut terbawa arus sungai Cisinu.

Kepala Desa Gubugan Cibeurem Mumuh Mahmudin mengatakan, hujan deras dengan intensitas tinggi selama dua hari mengakibatkan Sungai Cibeurem meluap. Ketinggian air di rumah penduduk mencapai lebih dari satu meter. Untuk itu, warga yang rumahnya terendam dievakuasi ke lokasi yang lebih aman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Rumah warga yang terendam mencapai ratusan unit. Sekarang, debit air sudah mulai menyusut. Harapannya, sore nanti air sudah surut dan masyarakat bisa langsung membersihkan rumahnya,” kata Mumuh Mahmudin kepada wartawan, kemarin.

Banjir luapan Sungai Cibeurem, lanjutnya, sudah dilaporkan kepada Pemerintah Kecamatan Maja dan BPBD Kabupaten Lebak. Untuk itu, bantuan tanggap darurat dari BPBD langsung didistribusikan kepada korban banjir di Gubugan Cibeurem. Harapannya, bantuan sembako yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir.

“Sungai Cibeurem ini mengalir ke Sungai Cidurian. Sekarang, Sungai Cidurian debit airnya meningkat, sehingga air dari Sungai Cibeurem meluap dan merendam ratusan rumah masyarakat,” jelasnya.

Terpisah, mantan Kepala Desa Paja, Kecamatan Sajira, Imad Humaedi menginformasikan, banjir di Desa Paja terjadi akibat luapan air Sungai Cisinu. Rumah yang terendam sebanyak 40 unit dan satu unit terbawa arus sungai.

“Banjir di Paja terjadi pada Rabu (13/5) malam sekira pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Sajira, sehingga membuat Sungai Cisinu meluap dan merendam puluhan rumah di Paja,” jelasnya.

Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Lebak itu mengaku, sudah melaporkan bencana banjir di Paja kepada BPBD Lebak. Karena itu, bantuan untuk masyarakat sudah disalurkan pada Kamis (14/5) pagi. “Kalau sekarang, air sudah surut. Masyarakat sebagian sudah beraktivitas normal kembali. Tapi, ada yang masih membersihkan rumah dari lumpur,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi membenarkan, lima desa di dua kecamatan di Lebak terendam banjir dari mulai Rabu malam hingga sekarang. Banjir tersebut akibat luapan air Sungai Cisinu di Sajira dan Sungai Cibeurem di Maja.

“Relawan BPBD Lebak sudah diterjunkan untuk membantu proses evakuasi masyarakat dan mendistribusikan bantuan untuk korban banjir di dua kecamatan,” ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk tetap waspada. Di masa peralihan musim, kondisi cuaca tidak menentu. Bahkan, tiba-tiba hujan deras dengan intensitas tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.

“Kami harap, pemerintah desa dan kecamatan untuk pro aktif melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BPBD dan relawan di lapangan. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan ketika bencana banjir dan  longsor menerjang wilayah Lebak,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir dan longsor di Kecamatan Cipanas dan Lebakgedong mengakibatkan empat jembatan ambruk dan puluhan rumah terendam. Putusnya jembatan di ruas jalan provinsi antara Cipanas dan Warung Banten membuat akses transportasi masyarakat terputus.(tur/ibm).