Ratusan Rumah di Pulomerak Terendam Banjir

Warga di Lingkungan Baru, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, menjadi korban banjir, Senin (16/12).

PULOMERAK – Sebanyak 600 rumah di Lingkungan Baru dan Lingkungan Sawah, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, terendam banjir, Senin (16/12) pagi. Banjir dengan ketinggian sekitar 30 hingga 50 centimeter merendam lima RT di Kelurahan Tamansari tersebut diakibatkan sempitnya aliran air.

Informasinya, banjir terjadi sekira pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB setelah sebelumnya kawasan Merak dan sekitarnya diguyur hujan lebat pada pagi hari. “Hujan sekitar tiga jam lebih. Kalau banjirnya sekitar satu jam sudah surut, pas jam 10.00 WIB itu hujan sudah berhenti, selang sebentar banjir juga surut,” kata Sabiron, ditemui di rumahnya, kemarin.

Menurutnya, banjir disebabkan sempitnya saluran drainase di Lingkungan Baru dan Lingkungan Sawah. Sementara itu, dua lingkungan tersebut berada di bawah perbukitan sehingga air dari perbukitan yang tidak tertampung di saluran air, meluap di dua lingkungan tersebut. “Ini memang daerahnya ada di bawah, air dari gunung itu ngalirnya ke sini,” ungkapnya.

Akibat banjir tersebut, kata Sabiron, warga harus membersihkan rumahnya. Ia khawatir, penyakit yang ditimbulkan akibat banjir yang terjadi. “Banjir ini sebenarnya sering, tapi ini tergolongnya besar. Ini parahnya kalau pas air laut pasang, sama air dari Kali Medaksa meluap. Kalau ini air laut pas tidak pasang dan Kali Medaksa juga masih normal, jadi cepat surut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, warga Lingkungan Baru, Iis berharap adanya penanganan banjir dari pemerintah. Ia tidak ingin terus-terusan menderita akibat banjir saat musim penghujan datang. “Semoga saja saluran airnya diperlebar, saya tidak mau banjir terus-terusan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Pulomerak Muhammad Hatta mencatat, banjir pada Senin pagi kemarin merendam sekitar 600 rumah. Banjir tersebut diakuinya sudah sering terjadi di dua lingkungan tersebut. “Dulunya situ itu sawah, rawa-rawa, memang daerahnya rendah. Sekarang juga daerah resapan berkurang karena terus dibangun permukiman,” kata Hatta.

Hatta mengaku, dalam penanganan banjir perlu adanya perbaikan saluran air di lingkungan agar diperbesar. Dengan begitu air yang mengalir dari daerah perbukitan di Kecamatan Pulomerak juga bisa lancar hingga ke laut. “Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Pulomerak, dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” katanya.

Ia juga terus mengimbau agar warga membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Agar, banjir tidak semakin parah akibat sampah yang menyumbat. Dalam banjir tersebut, tidak sampai mengakibatkan korban. “Kami melalui RT dan RW mengimbau untuk masyarakat tidak membuang sampah di saluran air,” pungkasnya. (brp/ibm/ags)