Ratusan Rumah Terendam Banjir Rob

0
519 views
Rumah warga Kampung Soge, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang terendam banjir rob, Senin (25/5).

Ketinggian Air 50-130 Sentimeter

PANDEGLANG – Ratusan rumah yang tersebar di sejumlah daerah, yakni di Kampung Karangsari, Desa Cigondang Kecamatan Labuan; Kampung Patikang dan Kampung Lebak Buah, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang; dan Kampung Soge, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, terendam banjir rob, Senin (25/5).

Bencana yang disebabkan naiknya air laut ini terjadi sekira lima jam, dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Menurut warga, banjir akibat meluapnya air laut yang terbesar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai ketinggian sekira 50 hingga 130 sentimeter.

Selain merendam rumah, banjir rob ini juga merendam tanaman padi seluas 15 hektare yang telah berumur 15 hari, berlokasi di Blok Tanjungbaru dan Blok Saungjangkung, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang.

Akibat ini, sejumlah warga Kampung Karangsari, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan sibuk mengungsikan sejumlah barang perlengkapan rumahnya, lantaran khawatir rusak akibat terendam.

“Baru kali ini pasang laut sebesar ini, biasanya tidak separah ini,” kata Sobari, warga Kampung Karangsari, Kecamatan Labuan, Senin (25/5). 

Sobari mengaku khawatir terjadi banjir rob susulan, karena dampaknya akan lebih besar. “Meskipun kondisi banjir pada siang ini (kemarin-red) sudah menyurut, tetapi kami khawatir ada banjir susulan yang dapat mengancam keselamatan kami,” katanya.

Di lokasi terpisah, warga Kampung Solodengen, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang Masnukin mengaku khawatir, tanaman padinya yang berada di areal pesawahan Blok Saung Jangkung mengalami kematian akibat terendam air laut beberapa jam. “Tanaman padi kami terancam mati, meskipun enggak lama terendam. Sebab, kalau tanaman padi terendam air laut bisa mati, dan jika kami harus tanam ulang artinya kami harus mencari modal tanam lagi. Sementara umur padi kami sudah lima belas hari taman,” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Desa (Kades) Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang Mulyadi membenarkan terjadinya musibah tersebut. Menurut dia, hampir semua rumah penduduk yang tinggal di sekitar pesisir dan bantaran sungai Ciliman terdampak banjir itu. “Sudah kami data warga yang menjadi korban. Sedikitnya ada limabelas hektare areal lahan pertanian di desa kami yang terendam air laut pagi ini (pagi kemarin-red),” katanya. 

Kata Muladi, fenomena pasangnya air laut di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang merupakan hal yang tidak wajar, karena penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Surya Darmawan belum bisa dimintau penjelasan mengenai bencana alam tersebut. Beberapa kali dihubungi, ponselnya dalam keadaan tidak aktif.  Selain itu, orang nomor satu di instansi tersebut tak menjawab pesan singkat yang dikirimkan. (her/zis)