1. Membangun Kebersamaan

Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Se-Provinsi Banten unjuk gigi dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa (O2S) tingkat SMK Se-Provinsi Banten yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten pada 9 hingga 12 Mei 2016 lalu. Ratusan siswa dari kabupaten/kota di Provinsi Banten tersebut pun bersaing secara sportif dengan menunjukan yang terbaik.

Adapun daerah-daerah yang mengikuti ajang tersebut diantaranya, Kota Serang, Tangerang, Cilegon, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak. Ratusan siswa tersebut secara sportif dan semangat mengikuti pertandingan berbagai cabang olahraga yang dilangsungkan di beberapa lokasi.

Cabang olahraga taekwondo, karate, tenis meja, catur, bola voli dan pencak silat diselenggarakan di Hottel Marbella Anyer Kabupaten Serang, kemudian atletik di lapangan PT Krakatau Steel (KS) Kota Cilegon, selanjutnya, bulu tangkis di Gor ASA Sport Center Kota Cilegon, sedangkan renang di Taman Kopassus Kota Serang.

Ketua Pelaksana O2S tingkat SMK Provinsi Banten Isnen mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya ajang perebutan juara. Tetapi, yang lebih penting menggunakan kesempatan itu untuk membangun kebersamaan.

Menurut Isnen, nilai kebersamaan perlu ditanam dalam diri siswa diusia nya yang telah masuk dalam kategori remaja. Hal ini agar siswa bisa saling mengerti satu sama lain, tanpa melihat suku, agama, jenis kelamin, maupun usia. “Membangun kebersamaan bisa menumbuhkan sikap toleransi pada diri siswa, hal itu dipandang perlu, mengingat banyaknya persoalan pada remaja yang disebabkan intoleransi. Toleransi bukan hanya berlaku pada agama saja, tapi juga dalam aspek kehidupan sosial lainnya,” papar Isnen.

Selain membangun kebersamaan, dengan mengikuti ajang olahraga seperti ini, sudah barang tentu hal yang paling sederhana dan diketahui oleh seluruh orang adalah bisa meraih presetasi dalam hal ini di bidang olahraga. Namun lebih dari sekadar itu dan membangun kebersamaan, dengan ajang seperti ini, pola pikir positif akan terbangun dalam diri para siswa.

“Sebagai penerus bangsa, pola pikir positif tentu sangat perlu dimiliki oleh para remaja, karena dengan berfikir positif, remaja akan terus optimis dan mempunyai mimpi yang besar. Dari optimisme dan mimpi yang besar itulah para remaja bisa membentuk diri mereka sendiri sehingga outputnya bisa dirasakan oleh daerah,” ujarnya.

Isnen melanjutkan, SMK merupakan lembaga pendidikan kelas menengah yang akan menjadi binaan Provinsi Banten. Dengan demikian, mengajak siswa dan siswi untuk terus semangat berprestasi dalam bidang olahraga. “SMK bisa, SMK bisa, SMK pasti bisa,” ajaknya saat sambutan penutupan  O2S.

Isnen pun menjelaskan, dari ratusan sekolah yang mengikuti, SMK dari wilayah Kota Tangerang menjadi juara umum yakni dengan perolehan tujuh medali emas, satu perak, dan satu perunggu. “Juara umum ini nanti akan mewakili O2S di tingkat Nasional,” katanya.

Ia memastikan, pelaksanaan O2S selama 2 hari itu dilakukan dengan semangat sportivitas dan kebersamaan. Menurutnya, perbedaan bukan berarti pemisah, tetapi bagian dari peradaban yang jika menjadi satu akan kuat. Kata-kata SMK bisa yang disampaikan berulang kali saat sambutan penutupan O2S tingkat Peovinsi Banten itupun mendapat balasan sorakan dari ratusan siswa SMK dari kabupaten/kota. Penutupan berlangsung di salah satu aula Hottel Marbella, Anyar. “Bisa, bisa, bisa,” saut ratusan siswa.

2. Targetkan Lima Besar Nasional

Sementara itu, Kepala Dindik Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, O2S diselenggaran setelah seleksi di tingkat kabupaten/kota selesai dilakukan. Untuk O2S nasional yang akan berlangsung di Jakarta nanti menargetkan masuk lima besar.

Dengan melihat semangat, sportifitas, dan usaha para pelajar dalam ajang O2S tingkat Provinsi Banten kemarin, Engkos merasa yakin, para atlet pelajar yang akan mewakili Banten nanti bisa meraih target yang telah ditetapkan oleh Pemprov Banten. “Kita yakin masuk lima besar,” katanya.

Di luar dari target tesebut, Engkos tetap menekankan kepada siswa untuk memegang teguh sportifitas dan kejujuran dalam mengikuti lomba nanti. Karena menurutnya, esensi dari adanya ajang seperti O2SN bukan hanya sekadar untuk meraih juara, namun juga melatih mental para siswa untuk selalu berada di jalan yang benar.

Berjiwa besar saat mengalami kekalahan, berendah hati saat menjadi juara. Yang kemudian nilai-nilai tersebut diimplementasikan kedalam kehidupan sehari-hari para pelajar. “Jika itu benar difahami siswa dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka kehidupan yang tentram, aman, dan nyama akan terbentuk,” paparnya.

Nilai-nilai sosial seperti itu perlu ditanamkan dalam diri para pelajar. Dan untuk menanamkannya tidak harus dengan hal formal dan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Namun dengan kegiatan yang menyenangkan seperti perlombaan ini pun bisa. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)