Ratusan Tikus Serang Lahan Pertanian

0
741 views
Jajaran petugas POPT bersama petani mencari hama tikus di lahan sawah wilayah Kecamatan Cikande, kemarin.

SERANG – Saat ini di Kabupaten Serang memasuki masa tanam. Para petani di Kabupaten Serang diminta mewaspadai serangan hama tikus. Soalnya, di Kecamatan Cikande para petani berhasil menjaring sedikitnya 500 ekor tikus di atas lahan sawah seluas 15 hektare.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Serang Tata Juarta mengatakan, memasuki masa tanam, hama tikus berpotensi merusak tanaman padi level berat. “Harus diwaspadai, hama tikus harus diantisipasi,” imbaunya yang ditujukan kepada petani padi melalui sambungan telepon seluler, Minggu (5/7).

Imbauan yang disampaikan Tata dibuktikan dengan banyaknya tikus yang ditemukan area sawah di Kecamatan Cikande saat melakukan pembasmian hama padi. “Di atas lahan seluas 15 hektare, kita berhasil menjaring sekitar 500 tikus,” ungkapnya. “Kita basmi dengan cara diempos, alat seperti kembang api, kemudian dimasukan ke lubangnya,” imbuhnya.

Menurut Tata, pembasmian hama tikus lebih efektif dilakukan saat pra tanam. Oleh karena itu, ia meminta, para petani melakukan langkah-langkah antisipasi ketika melihat lubang aktif yang dijadikan sarang tikus. “Terutama di wilayah Pantura (Pantai Utara-red) hingga ke Cikande,” katanya.

Dikatakan Tata, perkembangbiakan tikus terbilang cepat. Dalam tiga bulan, tikus bisa berkembangbiak dengan jumlah sangat banyak. “Makanya, setelah kita basmi (hama tikus-red) harus dilakukan penutupan di lubang aktifnya,” sarannya.

Hama tikus, sambung Tata, menyerang tanaman padi sejak proses persemayan. Katanya, hama tikus bisa merusak tanaman dengan dampak kerusakan yang berat. “Tikus itu makannya sedikit, tapi daya kerusakannya banyak, karena mereka sambil mengasah giginya,” tandasnya.

Sementara itu, Petani asal Kecamatan Tirtayasa, Masra mengaku, ia dan petani lainnya sudah melakukan antisipasi serangan hama tikus di sawah yang digarapnya. Masra tidak menyangkal, hama tikus berbahaya untuk tanaman padi karena merusak. “Kalau ada lubang kita langsung tutup,” ujarnya. (jek/zai)