Ratusan Warga Binaan di Rutan dan Lapas Serang Golput

Pemungutan suara di Rutan Klas II B Serang.

SERANG – Ratusan warga binaan di Rutan Klas II B Serang dan Lapas Klas II A Serang tidak menyalurkan hak pilihnya alias golput. Mereka golput karena identitas mereka tidak dapat terverifikasi oleh KPU sehingga tidak dapat dicantumkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) atau pun daftar pemilih tambahan (DPTb).

Kepala Rutan Klas II B Serang Anton mengatakan, di rutan terdapat tiga TPS khusus dan warga binaan yang menyalurkan hak pilihnya berjumlah 290. Jumlah tersebut terdiri atas 159 daftar pemilih tetap (DPT), 131 DPTb dan satu daftar pemilih khusus. “Hasil data yang kami dapat dari KPU ada 290 pemilih di Rutan Klas II B Serang,” ujar Anton saat ditemui TPS Khusus Rutan Klas II B Serang, (17/4).

Ia mengatakan terdapat 265 warga binaan yang tidak dapat menyalurkan hak pilihnya. Mereka tidak dapat mencoblos karena belum cukup umur, titipan tahanan baru setelah penentuan DPT dan DPTb dan tidak terverifikasi oleh KPU. “Yang belum cukup umur berjumlah 15 orang, titipan tahanan baru 42 orang dan tidak terverifikasi oleh KPU ada 208. Warga binaan yang tinggal disini tidak seluruhnya berdomisili di Banten, ada yang di luar seperti dari Sumatera dan Jakarta sehingga proses pendataan mengalami kendala,” kata Anton.

Di tempat terpisah, Lapas Klas II A Serang sebanyak 604 warga binaan juga menyalurkan hak pilihnya. Mereka mencoblos di empat TPS khusus yang telah disediakan di dalam lapas. “604 itu sudah termasuk DPT dan DPTb dari total 730 warga binaan,” kata Kepala Lapas Klas II A Serang Suherman.

Ia mengatakan terdapat 126 warga binaan yang tidak menyalurkan hak pilihnya. Mereka terpaksa golput karena identitasnya tidak dapat terakses oleh petugas Disdukcapil Kabupaten/Kota Serang. “NIK (nomor induk kependudukan-red)-nya enggak ketemu. Di lapas ini semuanya bukan berasal dari Banten saja, ada dari Jakarta,” tutur Suherman. (Fahmi Sai)