Raup Omzet Jutaan Rupiah dari Bisnis Dokumen Palsu

SERANG – Polres Serang Kota mengamankan AW dan SS. Keduanya diamankan karena diketahui menjalankan bisnis haram yaitu menjadi penyedia jasa pembuatan dokumen pribadi palsu. Bersama keduanya, polisi pun mengamankan PH, orang yang memesan dokumen palsu tersebut.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin menjelaskan, dokumen-dokumen yang dipalsukan pelaku yaitu seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Izin Mengemudi (SIM), akta kelahiran, dan ijazah.

“Biayanya tergantung jenis dokumen. Ijazah S1 kisaran Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta,” kata Komarudin kepada awak media, Rabu (7/3).

Dijelaskan Komarudin, dalam satu hari, biasanya pelaku memproduksi enam hingga 10 dokumen palsu. Dengan hitungan kasar itu, pelaku bisa meraup omzet jutaan rupiah selama satu bulan.

Dalam menjalankan aksinya, AW bekerjasama dengan SS. AW sebagai pembuat dokumen memesan blanko atau bahan dokumen kepada SS. Sebelum membuat dokumen palsu, AW akan mengecek dokumen aslinya.

“Misalnya ijazah, bahannya seperti apa, dilihat dulu, nanti pesen sesuai dibutuhkan,” tuturnya.

Pekerjaan AW yang terlihat bagus dan rapih membuat pelanggannya tidak hanya berasal dari Kota Serang, namun juga dari beberapa daerah di luar Banten.

Itu terlihat dari beberapa dokumen yang sedang dibuat untuk keterangan daerah Bandung, Sumatera, dan Jakarta.

Keperluan dokumen tersebut diduga bermacam-macam, yang paling umum untuk keperluan melamar pekerjaan dan kredit kendaraan bermotor. “Ini masih kita selidiki, termasuk sumber bahan,” katanya.

Polisi menduga ada pihak lain terlibat, karena itu, pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus tersebut. “Pembuat maupun pemesan semua kena pidana,” tuturnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)