Rawan Tawuran, Polres Metro Tangerang Larang Sahur on The Road

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto.

TANGERANG-Kegiatan sahur on the road dinilai berpotensi menimbulkan tawuran antarwarga. Sebagai antisipasinya, Polres Metro Tangerang Kota meminta masyarakat tidak melakukan itu secara berkelompok.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengatakan, Pemkot Tangerang telah mengeluarkan surat edaran larangan membangunkan sahur secara berkelompok dan sahur on the road.

“Kami dari kepolisian sangat mendukung kebijakan yang dikeluarkan Pemkot Tangerang. Tujuan surat larangan tersebut untuk mengingatkan warga selama PSBB berlangsung tidak boleh ada kegiatan yang berkelompok,” ujarnya di Pemkot Tangerang, Rabu (29/4).

Sugeng menambahkan, selama PSBB berlangsung kegiatan sahur on the road dan membangunkan sahur secara berkelompok dilarang. Hal tersebut demi keamanan wilayah. Bahkan di dalam aturan PSBB masyarakat diminta tetap di rumah.

Ia menjelaskan, akan melakukan tindakan tegas bagi warga yang melakukan tawuran di bulan ramadan. Selama ramadan, pihaknya mengintensifkan patroli ke seluruh penjuru Kota Tangerang.

“Seperti yang terjadi di wilayah Ciledug, ada remaja yang diamankan lantaran hendak tawuran. Kita amankan, kita panggil orangtuanya untuk diberikan pemahaman. Jadi saya tegaskan, yang melakukan tawuran akan ditindak tegas,”ungkapnya.

Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Uis Adi Darmawan sempat menghalau remaja di wilayah Kecamatan Pinang secara berkelompok yang ingin membangunkan sahur. “Semalam saya masih melihat para pemuda yang hendak membangunkan sahur. Saya berikan pemahaman dan memberikan sosialisasi terkait surat larangan yang dikeluarkan Pemkot. Mereka akhirnya paham dan membubarkan diri,”katanya.

Menurut Uis, surat larangan yang dikeluarkan Pemkot harus disosialisasikan bersama. Agar masyarakat paham, selama PSBB ini tidak perlu membangunkan sahur secara berkelompok. Cukup dengan pengeras suara di masjid atau musala saja. (asp/rbnn)