Rawat Keluhuran Tradisi, Jaga Ubrug Tetap Lestari

0
2803

Pertunjukan Seni Tradisional Ubrug Banten

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten bersama RRI Banten menggelar pameran seni budaya Ubrug di Museum Negeri Provinsi Banten, Jumat (18/6). Kegiatan itu diselenggarakan untuk merawat dan melestarikan seni tradisional Ubrug Banten.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengapresi kegiatan tersebut yang dapat menjadi sarana informasi yang penting bagi masyarakat terutama bagi generasi muda tentang seni Ubrug Banten. “Apalagi, seperti yang kita ketahui, perkembangan kesenian tradisional Ubrug telah mengalami pasang surut sebagai akibat arus globalisasi khususnya perkembangan teknologi informasi,” ujar Andika.

Untuk itu, ia berharap seluruh pemangku kepentingan khususnya Dindikbud dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten menyiapkan berbagai program dan kegiatan untuk mendukung eksistensi Ubrug agar tetap lestari. Salah satu program yang dapat dikembangkan adalah mengemas pertunjukan Ubrug secara digital. Hal itu dapat menjadi solusi agar Ubrug tetap lestari.

Selain itu, Andika juga berharap agar intensitas pertunjukan Ubrug pada acara daerah semakin digencarkan. “Dapat menjadi sarana sosialisasi kebijakan daerah,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga harap pertunjukan Ubrug Banten menjadi bagian dari lembaga komunikasi tradisional untuk mengedukasi masyarakat melalui pertunjukan Ubrug tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bahkan, Andika juga menilai seni budaya Ubrug dapat menjadi sarana untuk menyampaikan capaian pembangunan yang dilakukan Pemprov Banten kepada masyarakat.
Dalam kegiatan itu hadir juga Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten Bara Hudaya, Walikota Serang Syafrudin, Kepsta RRI Jakarta dan Banten Enderiman Butar Butar, Kepala Kejaksaan Negeri Banten (Kejati) Asep Nana Mulyana, dan perwakilan dari Ketua DPRD Provinsi Banten, Anda Suhanda.

Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten Bara Hudaya mengatakan, seniman-seniman di Provinsi Banten ini seperti Ubrug dan beberapa tarian serta sanggar bisa ditampilkan dalam kegiatan pemerintahan. “Kemudian dalam bidang pariwisata yang merupakan salah satu ekonomi kreatif juga bisa membuat pembinaan ekonomi kreatif,” ujar Bara.

Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengaku seni tradisional Ubrug sudah ada sejak ia kecil. “Sekarang justru menghilang dengan adanya perkembangan zaman. Padahal dulu itu Ubrug itu pentas termasuk untuk orang-orang yang melakukan hajat,” ujarnya sembari menyatakan bahwa ia adalah penggemar Ubrug.

Kata dia, Ubrug ini saat pentas bisa berjam-jam. Pertunjukan yang ditampilkan juga luar biasa sehingga perlu dilestarikan sebagai ikon Kota Serang dan semestinya menjadi ikon Provinsi Banten. (*)