Razia Burung Selundupan, Balai Karantina Cilegon Pulang Tanpa Hasil

Petugas saat menggeledah bagasi bus
Petugas saat menggeledah bagasi bus

MERAK – Petugas gabungan dari Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak merazia sejumlah bus angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di kawasan Pelabuhan Merak, Rabu (6/1/2016).

Langkah itu menyusul kecurigaan petugas terkait dengan kabar adanya upaya penyelundupan burung-burung ilegal dari pulau Sumatera dengan menggunakan akses penyeberangan laut. “Awalnya kita dapat laporan dari masyarakat bahwa akan ada penyelundupan satwa liar berupa burung dari Jambi yang akan menyeberang kesini tanpa dilengkapi dengan dokumen kesehatan satwa,” ujar Ferdi, Penyidik dari BKP Kelas II Cilegon.

Pantauan Radar Banten Online, satu persatu bagasi dari belasan bus digeledah petugas. Sayangnya, satwa selundupan yang dimaksud tak diketemukan. “Informasinya memang belum pasti karena kita tidak mengetahui alat angkut apa yang digunakan, ataupun jam berapa kedatangannya di Pelabuhan Merak dari Bakauheni,” katanya.

Untuk memastikan hal itu, petugas KSKP bahkan juga turut meningkatkan partroli disejumlah dermaga saat kapal sandar dan akan melakukan aktivitas bongkar muatan.

Sementara itu, Kepala KSKP Merak AKP Nana Supriatna mengatakan pihaknya awalnya mendapatkan informasi yang sama, bahwa akan ada penyelundupan. “Sayangnya informasi yang kami peroleh dari Sumatera tidak jelas disebutkan jam berapa dan di kapal apa burung-burung itu diselundupkan. Sehingga kita putuskan semua bus kita periksa, termasuk muatan kapal sandar, hasilnya negatif (nihil),” ujarnya.

Meskipun tak membuahkan hasil, kata dia, untuk mengantisipasi adanya penyelundupan itu pihaknya melakukan langkah peningkatan pengawasan di pelabuhan. (Devi Krisna)