Razia Pekat, Dua WNA Asal India Diciduk

WNA asal India yang membawa dua teman wanitanya berargumen dengan petugas Satpol PP yang melakukan razia pekat di depan halaman salah satu losmen di JLS, Kecamatan Kramatwatu, Minggu, (12/5).

SERANG – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) dengan menyisir sejumlah tempat hiburan di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Kramatwatu, Minggu (12/5) malam. Hasilnya, petugas razia berhasil menciduk beberapa pasangan bukan muhrim, termasuk di dalamnya dua warga negara asing (WNA) asal India.

Pantauan Radar Banten, razia berlangsung sekira pukul 22.00 WIB. Puluhan petugas Satpol PP menyisir sejumlah tempat hiburan malam di kawasan Kramatwatu dan JLS. Razia dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) pada Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hanafi.

Penyisiran pertama dilakukan di tempat hiburan malam di kawasan Serdang. Di lokasi itu dari jarak sekira seratus meter tampak sejumlah perempuan berpakaian seronok berlarian dan berhamburan keluar setelah mengetahui adanya razia. Namun, keberadaan petugas razia langsung dijegal pengelola tempat dan tidak diperbolehkan masuk hingga terjadi aksi bersitegang dan adu argumentasi.

Akhirnya, petugas mengalah dan mengalihkan kegiatan razia ke tempat hiburan malam lainnya di kawasan JLS. Namun, di beberapa lokasi tempat hiburan malam yang didatangi petugas sedang tidak ada kegiatan. Petugas akhirnya bergerak menuju losmen di kawasan JLS dan memergoki satu unit mobil sedan milik WNA asal India dengan dua wanita dan satu sopir di dalamnya. Kedua WNA itu diciduk petugas bersama teman wanitanya itu, diduga hendak memesan kamar di losmen tersebut. Ketika ditanya petugas, kedua WNA berkelit bekerja sebagai koki yang hendak beristirahat.

Hanafi mengatakan, razia pekat yang dilaksanakannya pada bulan Ramadan merupakan operasi pengawasan tempat hiburan malam berdasarkan Surat Edaran Bupati Serang tentang Larangan Membuka Tempat Hiburan Malam Saat Ramadan. Pihaknya mengerahkan dua regu yang terdiri dari 20 personel untuk menyisir empat tempat hiburan malam di Kecamatan Kramatwatu dan JLS. “Hasilnya, kita temukan dua WNA asal India di losmen sedang bersama perempuan bukan pasangannya,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menemukan dua pasangan muda yang belum menikah dan menenggak minuman keras di sebuah hotel di Jalan Serang-Cilegon, Kecamatan Kramawatu. Kedua pasangan merupakan warga Serang.

Hanafi mengklaim, dari hasil razia, sebagian besar pemilik tempat hiburan malam mematuhi imbauan bupati. Hanya sebagian kecil yang membandel. Hanafi juga menyayangkan pengelola hotel yang tidak selektif menerima tamu. Hanafi mengancam akan bertindak tegas memanggil pengelola hotel dan tempat hiburan malam jika tidak mengindahkan imbauan bupati.

“Kami juga sudah memastikan pasangan muda yang kedapatan menginap malam itu agar pulang malam itu juga. Karena, ini menyangkut ketenteraman dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Iskandar menambahkan, pihaknya sudah memberi peringatan dengan menempel surat edaran bupati di setiap tempat hiburan malam dan hotel. “Kita akan terus pantau. Kalau masih membandel, kita akan tindak tegas,” tegasnya. (mg06/zai/ira)