Reaktivasi Jalur Kereta Banten Selatan Diusulkan Masuk Rencana Kerja 2018

0
1.454 views
Stasiun Rangkasbitung. Foto: Dok. Radar Banten

SERANG-Pemprov Banten mengusulkan proyek pembangunan reaktivasi jalur kereta api (KA) di wilayah Banten Selatan masuk pada rencana kerja pemerintah (RKP) pusat 2018. ‎Jalur kereta api (KA) yang akan direaktivasi, yaitu jalur Rangkasbitung-Labuan, Anyar-Cilegon-Labuan, dan Labuan-Saketi-Bayah.

‎Usulan itu disampaikan Pemprov Banten pada rapat koordinasi teknis (rakortek) antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah regional I yang digelar pada 21-24 Februari 2017 di Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya Latuconsina menuturkan, Pemprov mengusulkan sedikitnya 157 proyek strategis nasional yang akan dilaksanakan di Banten. Proyek reaktivasi jalur kereta api (KA) Banten Selatan termasuk di dalam usulan tersebut. “Ada 157 proyek yang kami usulkan terdiri atas infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan termasuk di dalamnya rumah sakit, perdagangan, perhubungan, PUPR, dan kegiatan sosial,” kata Hudaya kepada Radar Banten melalui WhatsApp‎, Rabu (22/2).

Dikatakan Hudaya, 157 proyek pembangunan di Banten yang diusulkan menjadi RKP 2018 merupakan urusan bersama antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota‎. “Usulan 157 ini di luar dari 12 proyek strategis nasional yang saat ini sedang dalam proses pelaksanaan di Banten.‎ Itu tidak termasuk karena sudah ada keputusan tersendiri,” ungkapnya.

‎Terkait rencana proyek reaktivasi jalur KA di Banten Selatan, DPRD Provinsi Banten melalui Komisi IV pada tahun lalu telah melakukan kunjungan kerja ke PT KAI di Bandung. Berdasarkan‎ data PT KAI, jalur Rangkasbitung-Labuan, Labuan-Saketi-Bayah, dan Cilegon-Anyar‎ sudah masuk rencana strategis Kementerian Perhubungan tahun 2015-2019.‎ Adapun total investasi yang dibutuhkan untuk reaktivasi jalur KA di Banten selatan mencapai Rp4,2 triliun. Ditjen Perkeretaapian akan menjadi pelaksana dengan pendanaan bersumber dari APBN.

‎Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah menyambut baik usulan 157 proyek nasional pada 2018, terutama reaktivasi rel KA di Banten Selatan. Menurutnya,‎ Pemprov Banten harus segera melakukan persiapan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat lantaran tidak sedikit jalur kereta api yang akan diaktifkan sudah banyak yang jadi lahan warga. Beberapa bahkan ditempati rumah penduduk seperti di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. “Pemprov harus melakukan sosialisasi. Jangan sampai izin keluar, jalur yang akan diaktifkan justru mendapat penolakan dari warga,” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Asep berharap, pengaktifan jalur KA di Banten Selatan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Selama ini yang jadi persoalan di Banten adalah infrastruktur sehingga perputaran uang tidak merata akibat di selatan infrastrukturnya tidak memadai,” harapnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengucurkan anggaran Rp1,3 triliun untuk program kegiatan sektor perhubungan di Provinsi Banten tahun anggaran 2016. Anggaran tersebut diperuntukan bagi lima sektor utama di Kemenhub, seperti perhubungan darat, perhubungan laut, perhubungan udara, perkeretaapian, dan BPSDM Perhubungan. “Sebagai salah satu pengguna anggaran negara terbesar, Kemenhub menginginkan agar anggaran yang dikucurkan lebih fokus untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi di semua provinsi di Indonesia termasuk di Banten,” kata Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Umiatun Hayati Triastuti saat berkunjung ke Banten tahun lalu.  (Deni Saprowi/Radar Banten)