Reaktor Nuklir Beroperasi 2024

0
100

TANGERANG – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memastikan 2024 Reaktor Daya Eksperimental (RDE) Beroperasi. Nantinya, RDE ini akan berfungsi sebagai tempat melakukan percobaan nuklir di Indonesia.

Ini ditegaskan Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto, di sela launching desain RDE di Puspitek, Gedung 80, Setu, Kamis (28/9).

RDE merupakan reaktor riset yang digadang dapat menghasilkan listrik dengan kapasitas megawatt 10 atau sekitar 3 mw. RDE ini nantinya akan dijadikan sebagai percontohan bagi seluruh masyarakat bahwa bangsa Indonesia mampu membangun dan mengoperasikan reaktor dengan aman dan selamat.

”Lokasi awal RDE di wilayah perbatasan Setu, Tangsel dengan Parung, Bogor. Sekarang baru sebatas desain saja,” ujar Djarot, kepada Radar Banten.

RDE ini merupakan buatan asli anak bangsa sehingga diberi nama RDE Merah Putih. Adapun kelebihan dari reaktor yang dianggarkan oleh pemerintah pusat ini selain menghasilkan listrik, juga dapat menghasilkan uap panas yang dapat digunakan untuk aplikasi industri.

”Misalnya pelelehan batu bara, pembuatan gas hidrogen, pembuatan gas metan dari gas alam, desalinasi air laut dan proses kimia lainnya yang membutuhkan panas yang tinggi,” kata Djarot.

Menurutnya, persiapan ini merupakan langkah baru. ”Kita buktikan dari sini bahwa anak bangsa kita bisa membuat reaktor nuklir. Nggak cuma impor dari luar, Indonesia itu mampu,” ujar Djarot.

Kepala Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) BATAN Geni Rina menjelaskan, BDE ini merupakan pengembangan dari desain konseptual yang sebelumnya telah dibuat PT. Renuko 2015.

PT. Renuko merupakan pihak yang memenangkan lelang sebagai pembuat desain konseptual RDE. ”Konseptual desain seperti peta buta, sedangkan Basic Design sudah jauh lebih rinci,” jelasnya.

Menurutnya di dalam desain tersebut dijelaskan aktivitas apa saja yang akan dilakukan di dalam RED tersebut. Misalnya penemuan-penemuan berbasis nuklir di masa depan yang akan memudahkan pekerjaan manusia.

RDE yang diluncurkan saat ini merupakan versi nol, dan tahun depan akan dilakukan uji secara eksperimental dari beberapa bagiannya. Dari uji tersebut, data yang didapatkan akan dijadikan masukkan balik ke basic design untuk versi selanjutnya. RDE ini diklaim sebagai desain reaktor daya pertama kali yang dihasilkan Indonesia.

”Selain itu tahun 2018, BATAN akan membuat alat uji, seperti fuel handling sistem, helium purifikasi, dan control rod untuk melakukan uji coba secara eksperimen,” pungkasnya. (mg-04/RBG)