Real Madrid: Stop Beli, Fokus Jual

MADRID – Dana sekitar EUR300 juta (Rp4,83 triliun) sudah disepakati Real Madrid untuk membeli lima pemain anyar musim panas ini. Meski sudah mengeluarkan dana super besar, masih ada pemain yang belum berhasil didapat Los Merengues. Salah seorang di antaranya adalah gelandang Manchester United Paul Pogba.

Harga penggawa Timnas Prancis itu berkisar EUR 150 juta (Rp2,41triliun). Sebenarnya, nominal tersebut bukan masalah besar bagi Real. Tapi, mereka saat ini fokus menjual setidaknya 13 pemain terlebih dahulu sebelum kembali belanja.

Penjualan beberapa pemain itu lebih kepada mengurangi jumlah pemain untuk skuat musim depan yang mulai sesak. Sangat mungkin, Real akan mendengar setiap tawaran yang masuk untuk pemain mereka imbas dari belanja besar sejauh ini.

“Zinedine Zidane ingin menciptakan dinamika baru (dengan pemain-pemain anyar Real-red). Itu sudah pasti membuatnya harus menyingkirkan beberapa pemain dengan potensi hebat,” ucap eks rekan Zidane di Timnas Perancis Marcel Desailly kepada Marca.

Tapi, manajemen Real tidak perlu sampai mengobral harga pemainnya. Lantas, bagaimana dengan ancaman sanksi FFP (Financial Fair Play)? Untuk satu ini, Real tidak perlu panik karena mereka masih dalam batas aman bahkan jika mereka membeli Pogba meski belum ada lagi pemain yang terjual selain Marcos Llorente.

Sebab, seperti dilansir BBC, pendapatan kotor terbaru Real adalah EUR751 juta (Rp12,1 triliun). Dengan peraturan FFP yang mengharuskan sebuah tim tidak belanja melebihi 70 persen pendapatan bersih mereka, kuota Real untuk mengeluarkan uang di bursa transfer musim panas kali ini masih banyak.

Itu belum termasuk penjualan beberapa pemain yang masih masuk laporan keuangan tahunan Real. Salah seorang di antaranya adalah Ronaldo. Meski dia sudah dijual ke Juventus seharga EUR100 juta (Rp1,6 triliun) musim lalu, laporan penjualan CR7 masuk ke laporan keuangan Real saat ini bersama lima pemain baru saat ini. Itulah yang membuat Real ingin segera menyelesaikan transfer besar di musim panas sesegera mungkin sebelum laporan keuangan tahunan yang baru dihitung per 1 Juli 2019.

Jangan lupakan penjualan Llorente yang berhasil mendatangkan pemasukan EUR40 juta (Rp644,8 miliar). Dua penjualan itu belum masuk ke laporan dana Real di bank per Juni 2018 yang mencapai EUR190 juta (Rp3 triliun).

Real juga akan mendapat manfaat dari perubahan dalam algoritma UEFA mengenai uang yang dibayarkan kepada klub. Per musim lalu, parameternya adalah menilik kinerja klub selama sepuluh musim terakhir di Liga Champions dan Liga Europa. Bagi Real, empat kali juara Liga Champions dalam enam musim terakhir juga jadi kartu truf sehatnya keuangan mereka.

Apalagi, uang EUR300 juta yang dihabiskan sejauh musim panas ini tidak terlalu menakutkan seperti yang dibayangkan. Sebab, skema transfer pemain modern biasanya dibayar dengan cicilan. Jadi, sangat mungkin uang Real yang sudah keluar sebenarnya tidak lebih dari sepertiga dari dana yang ada di bank atas nama akun Real saat ini.

“Bagaimana jika tidak ada klub yang membeli pemain berharga mahal milik Real seperti Gareth Bale dan James Rodriquez? Maka sangat mungkin ada satu atau dua deal dengan skema pinjaman untuk menekan pembayaran gaji mereka yang memengaruhi laporan keuangan Real,” tulis BBC. (jpg/ibm/ira)