Realisasi Investasi Banten Capai Rp24,59 Triliun

SERANG – Semester satu tahun ini, realisasi investasi di Banten baru mencapai Rp24,59 triliun atau 40,41 persen dari target Rp60,8 triliun. Realisasi investasi yang masuk ke Banten berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Wahyu Wardhana mengakui terjadi perlambatan realisasi investasi tahun ini. Hal itu disebabkan dua hal, yakni situasi ekonomi global dan tahun pilpres. “Orang biasanya melihat dulu, khawatir terjadi apa-apa. Karena tidak ada apa-apa, (target-red) akhir tahun bisa tercapai. Tapi, memang tahun ini ada penurunan,” ujarnya, Rabu (11/9).

Kata dia, realisasi investasi sebesar Rp24,59 triliun berasal dari 3.062 proyek. Jumlah itu terdiri dari PMA Rp15,74 triliun dengan 1.964 proyek dan PMDN sebesar Rp8,54 triliun dengan 1.078 proyek. Realisasi itu terjadi perlambatan 17,55 persen dari periode yang sama di 2018.

Berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi lima besar PMA dan PMDN berada di wilayah Kabupaten Tangerang Rp7,51 triliun, Kota Cilegon Rp4,79 triliun, Kabupaten Serang Rp4,44 triliun, Kota Serang Rp3,49 triliun, dan Kota Tangerang Rp2,59 triliun.

Sedangkan berdasarkan sektor usaha, lima besar realisasi investasi, yakni industri makanan Rp4,62 triliun; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp4,56 triliun; listrik, gas, dan air Rp3,12 triliun; industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi Rp2,71 triliun; serta transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp2,62 triliun.

Sementara realisasi PMA berdasarkan negara asal, yakni Thailand US$ 3,25 juta, Singapura US$3,19 juta, RR Tiongkok US$2,71 juta, Hongkong US$2,62 juta, dan Malaysia US$1,61 juta. (nna/alt/ira)