Rebusan Daun Jambu Biji Merah untuk Luka Diabetes

Perawat Puskesmas Cipadu Linda Rusmiati (ketiga kanan) dan Walikota Tangerang Arief Wismansyah (ketiga kiri) serta Kepala Dinkes Liza Puspadewi (kedua kiri) foto bersama usai pemberian anugerah kesehatan.

Bagai air yang ditemukan di gurun pasir, Linda Rusmiati, perawat Puskesmas Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang menciptakan program system modern perawatan luka cegah amputasi secara terintegrasi dan kader peduli luka yang disingkat ”Sepeka Hatiku”.

HAIRUL ALWAN – LARANGAN

PROGRAM yang mewakili Kota Tangerang ke tingkat Nasional dan meraih juara satu itu seakan menjadi solusi bagi warga Kota Tangerang yang bermasalah dengan luka hingga harus diamputasi. Ketika cukup banyak penderita diabetes militus yang mempunyai luka namun tak kunjung sembuh bahkan semakin parah hingga divonis untuk diamputasi,  program yang dicanangkan perawat Linda menjadi salah satu solusi penyelesaiannya.

Sejauh ini, ada sekira enam warga Kota Tangerang yang sudah menjalani pengobatan yang dicanangkan Linda, program itu juga diikutsertakan dalam ajang lomba pelayanan kesehatan tingkat nasional. ”Kalau yang sudah pasti vonis diamputasi sih ada dua orang, empat lainnya tidak menunjukkan pernyataan harus diamputasi. Tapi di luar itu yang luka ringan hingga berat juga banyak yang berobat,” kata Linda Rusmiati kepada Radar Banten, Kamis (13/9).

Linda mengungkapkan, pengobatan yang ia jalankan dilakukan dengan mencuci luka terlebih dahulu menggunakan air rebusan daun jambu biji merah, setelah dibersihkan ia membuang jaringan mati dalam luka tersebut. ”Setelah itu baru kami memilih balutan yang tepat agar luka selalu dalam keadaan moist (lembab-red), pembersihan dilakukan dengan air rebusan daun biji merah karena mengandung flavonoid yang memiliki efek antiseptik dan antiradang,” ungkapnya.

Ada perbedaan pengobatan luka yang dilakukan di Puskesmas Cipadu dengan di puskesmas-puskesmas lainnya. Saat pengobatan pengunaan infrared dilakukan untuk melancarkan aliran darah. ”Dilakukan juga ozonizer untuk anti microbacterial dan menghilangkan bau,” tutur Linda.

Awalnya, Linda mengaku khawatir jika mendapati pasien yang mempunyai luka yang sudah lama namun tak kunjung sembuh. ”Biasanya sampai lukanya bau dan membusuk, tapi kalau sekarang kami sudah berani dan biasa saja,” ujarnya.

Melihat pengobatan yang dilakukannya membuahkan hasil yang memuaskan, Linda membuka selebar-lebarnya untuk warga Kota Tangerang yang mengalami kasus luka kronis yang sama berobat di Puskesmas Cipadu. ”Warga Tangerang lainnya yang mengalami hal yang sama, silakan berobat ke sini saja. Saya harap ini juga bisa diduplikasi di seluruh puskesmas di Kota Tangerang bahkan Banten,” ungkapnya.

Sementara itu, Badariyah (65) salah satu pasien yang ditangani oleh Linda mengaku sangat bersyukur lantaran dirawat di Puskesmas Cipadu dan bisa sembuh. (*)